Jakarta -
Hakim federal telah memerintahkan pemerintahan Donald Trump untuk bertindak dengan memulihkan kembali VOA atau Voice of America.
Langkah ini dilakukan setelah sekitar satu tahun lalu lebih dari seribu pegawai kena cuti paksa usai Trump membekukan anggaran VOA. Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Royce C. Lamberth kepada Agensi Amerika Serikat untuk Global Media memberikan waktu satu minggu untuk mengizinkan lebih dari seribu karyawan VOA untuk kembali bekerja.
VOA menjadi lembaga penyiaran internasional terkemuka yang didanai oleh Amerika Serikat. Karena dianggap menyebarkan propaganda radikal, Trump langsung membekukan anggaran dan melakukan PHK massal terhadap ratusan staf VOA dan lembaga penyiaran federal lainnya.
Pembekuan anggaran itu dilakukan pada Maret 2025 lalu. Trump juga menyebut VOA bias dan tidak mempromosikan kebijakan pemerintah.
Namun kini berdasarkan perintah dari pengadilan, VOA harus dipulihkan demi menjaga hubungan baik Amerika dengan beberapa negara lain terlebih tengah terjadi perang di Iran. Dalam laporan dari CBS News, hakim meminta 1.042 pegawai VOA yang sudah mendapat cuti administratif berbayar selama setahun terakhir harus dipekerjakan kembali pada 23 Maret mendatang.
"Kami tahu jalan untuk memulihkan operasi VOA dan reputasi akan panjang dan sulit. Kami berharap rakyat Amerika akan terus mendukung misi kami untuk memproduksi jurnalisme, bukan propaganda," kata Patsy Widakuswara karyawan VOA.
Michael Abramowitz, direktur VOA yang hampir dipecat pada tahun lalu, juga mengungkapkan kegembiraannya terhadap putusan hakim untuk memulihkan kembali VOA.
"Kami sangat gembira dengan putusan Hakim Lamberth dan berharap dapat kembali bekerja. Voice of America tidak pernah lebih dibutuhkan daripada sekarang," ucapnya.
Voice of America sudah menyiarkan berita ke seluruh dunia sejak dibentuk dalam Perang Dunia II. VOA telah beroperasi dalam 49 bahasa berbeda dan menyiarkan kepada 362 juta orang.
(agn/agn)
Loading ...

7 hours ago
2

















































