Kesalnya Linkin Park Saat Pemerintahan Donald Trump Pakai Lagu Tanpa Izin / Foto: Instagram
Jakarta, Insertlive -
Linkin Park menyampaikan protes terhadap pemerintahan Amerika Serikat yang saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Protes dari Linkin Park tersebut tak lain perihal pelanggaran royalti yang dilakukan pemerintahan Trump karena penggunaan lagu tanpa izin.
Lagu Linkin Park yang digunakan pemerintahan trump itu adalah Somewhere I Belong yang masuk dalam album Meteora.
Pemerintahan Trump pun menggunakan lagu tersebut untuk konten video pencapaian selama beberapa waktu terakhir.
Video tersebut dibagikan pemerintahan Trump melalui akun Youtube resmi The White House milik pemerintahan AS.
Tak tinggal diam, Mike Shinoda dan kawan-kawan langsung mengambil tindakan tegas dengan menegur pemerintahan Trump.
Teguran itu langsung ditanggapi pemerintahan Trump dengan segera menghapus video tersebut dari YouTube.
Rupanya, ini bukan kali pertama Linkin Park terlibat masalah royalti dengan pemerintahan AS.
Sebelumnya pada 2020, Linkin Park juga pernah protes saat lagu In The End dipakai kampanye politik pemerintahan AS.
Tak hanya itu, Linkin Park berang karena pemerintahan AS juga menggunakan lagu tersebut tanpa ada izin.
"Jangan menggunakan musik kami untuk tujuan politik tanpa izin," ungkap Linkin Park.
Tak sedikit penggemar Linkin Park yang ikut menyuarakan kekesalan terkait hal tersebut.
Pasalnya, para penggemar tahu betul bagaimana Chester punya sikap politik yang berbeda dari Trump.
"Lagu ini tentang pergumulan batin, bukan politik," komentar netizen.
"Chester pasti akan membenci ini," sahut netizen lain.
"Berapa kali band harus mengatakan tidak?" imbuh yang lainnya.
(ikh/dis)
Tonton juga video berikut:

1 day ago
4

















































