Lagu AI Raup Streaming Jutaan, Ini Dampaknya Bagi Musisi

2 hours ago 1

Jakarta -

Teknologi AI sudah digunakan masyarakat untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan itu juga membantu publik untuk membuat berbagai konten salah satunya musik. Kehadiran AI yang canggih kini mampu menghasilkan musik hanya dalam sekejap.

Berbeda dengan para musisi yang membutuhkan waktu lama memproduksi karya lagunya, dengan AI sebuah lagu bisa dengan mudah dihasilkan. Di Amerika Serikat bahkan muncul Xania Monet, penyanyi digital pertama yang berhasil debut di tangga lagu Billboard.

Artis AI itu lahir dari ide seorang penulis lagu asal Mississippi, Telisha Nikki Jones. Xania tercipta dari platform musik berbasis AI bernama Suno. Lagu Xania beraliran R&B modern dengan lirik lagu yang mendalam.


Selain Xania, artis AI populer lainnya adalah Sienna Rose. Ia diduga produk AI. Dalam laporan BBC, Sienna Rose adalah salah satu penyanyi yang lagunya bisa didengarkan di aplikasi streaming berbayar.

Salah satu lagu populernya adalah Into The Blue. Lagu itu memiliki genre jazz yang sudah didengar lebih dari 6 juta kali. Lalu seperti apa dampak kehadiran artis AI bagi musisi dunia?

Menurut peneliti di University of Agder, Norwegia, Steiner Jeffs, muncul rasa kekhawatiran usai artis AI muncul adalah hal yang wajar. Namun, dalam dunia musik pandangan tentang AI bisa dinilai berbeda. Karena dinilai juga bisa membantu pekerjaan para musisi.

"Musisi tetap ingin menciptakan musik karena proses tersebut memiliki nilai tersendiri bagi mereka," ujar Jeffs dalam laporan dari laman resmi University of Agder pada 2024 lalu.

Meski begitu, Jeffs menyebut penikmat musik akan cenderung lebih memilih musisi daripada artis AI. Karena mereka cenderung suka melihat penampilan para idolanya secara langsung bukan hanya dari rekaman.

"Orang-orang akan selalu tertarik pada penampilan langsung dan kita tetap ingin menikmati musik secara live," lanjutnya.

Selain itu, hasil lagu dari artis AI dinilai tidak memiliki emosi yang mampu menyentuh hati dibandingkan hasil karya musik dari musisi.

"Manusia masih akan membutuhkan musik yang menciptakan hubungan emosional yang mendalam. Namun, sebagian besar musik yang kita dengar di latar belakang acara realitas, misalnya, mungkin diproduksi menggunakan AI," jelasnya.

(agn/fik)

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global