Manda Cello Wujudkan Mimpi Masa Kecil, Berani Jajal Mobil Balap hingga Kaki Gemetar

9 hours ago 7

Jakarta -

Banyak orang memiliki mimpi masa kecil yang belum sempat terwujud. Ada yang ingin menjadi atlet, seniman, hingga pembalap. Bagi Manda Cello, impian itu akhirnya menjadi kenyataan setelah ia merasakan langsung sensasi mengendarai mobil balap di lintasan profesional.

Aktris dan penyanyi yang dikenal lewat berbagai karya layar lebar dan musik ini baru saja membagikan pengalaman serunya saat menjajal mobil balap di Pertamina Mandalika International Circuit. Perjalanan ke Lombok tersebut bukan sekadar agenda liburan, melainkan langkah untuk mencoba hal yang sudah lama ia impikan.

Manda mengaku ketertarikannya pada dunia balap sudah muncul sejak kecil. Namun saat itu, keinginannya belum mendapat izin dari sang ibu.

"Memang dari dulu ada cita-cita pengin jadi pembalap motor atau mobil, tapi Mama nggak izinin. Cuma sekarang sudah dewasa, Mama izinin pada akhirnya meskipun aku paksa-paksa sih buat belajar balap mobil," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (23/5).


Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga baginya. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi impian, kini ia bisa merasakan langsung atmosfer sirkuit dan mengemudikan mobil balap yang biasa digunakan para profesional.

Dalam sesi latihan tersebut, Manda tidak sendirian. Ia mendapat pendampingan dari pebalap nasional Yasuo Senna Iriawan yang membimbingnya selama berada di lintasan.

Selama sehari penuh, Manda berlatih menggunakan mobil balap produksi Radical Motorsport. Mobil open-cockpit ini dikenal memiliki performa tinggi dan akselerasi yang responsif sehingga sering digunakan dalam berbagai ajang balap profesional.

Bagi seseorang yang baru pertama kali mengendarainya, pengalaman tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri.

Meski terlihat percaya diri, Manda mengakui dirinya sempat merasa gugup saat berada di balik kemudi. Selain baru pertama kali mengendarai mobil balap sungguhan, ia juga belum terbiasa menggunakan transmisi manual atau kopling.

"Yang self drive 6 laps. Yang di coaching 3 laps. Kalau yang self drive kecepatan cuma 140 km/jam. Jujur masih bingung, karena gak pernah bawa mobil kopling, naik turunin gigi dan masih hapalin rute track-nya," tuturnya.

Selain harus mengendalikan kecepatan, ia juga perlu memahami karakter lintasan, titik pengereman, hingga perpindahan gigi yang tepat. Semua itu menjadi pengalaman belajar yang benar-benar baru baginya.

Setelah menyelesaikan beberapa putaran di lintasan, Manda mengaku merasakan sensasi yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Sudahnya lemas kaki, karena ternyata tidak semudah itu apalagi aku gak pernah bawa mobil kopling, tapi coach-ku bilang wajar-wajar saja kalau masih kaku karena baru first time. Memang harus dibiasakan, harus sering-sering belajar," katanya.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin menghargai para pembalap profesional yang harus menguasai teknik, konsentrasi, serta fisik yang prima setiap kali turun ke lintasan.

Manda juga tidak menutupi bahwa menekuni dunia balap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun baginya, pengalaman serta kesempatan mewujudkan mimpi masa kecil memiliki nilai yang jauh lebih besar.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global