Jakarta -
Hilal merupakan perubahan bentuk bulan yang diamati oleh umat Islam untuk mengetahui awal Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Menurut ilmu falak atau astronomi Islam, hilal ditantai dengan bulan sabit pertama yang dapat terlihat setelah terjadinya konjungsi.
Hilal juga disebut terjadi ketika bulan baru muncul pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalnder Islam. Namun secara sederhana, hilal merupakan fase bulan itu sendiri.
Pengamatan hilal pada umumnya dilakukan pada hari ke-19 dalam kalender Islam utnuk menentukan jika hari berikutnya sudah mengalami pergantian bulan.
Pengamatan hilal di Indonesia sendiri dilakukan oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama dengan Kementerian Agama. Pengamatan umumnya dilakukan untuk menentukan hari awal Ramadan dan Idulfitri.
BMKG akan melakukan rukyat atau observasi hilal di 27 lokasi di Indonesia untuk bisa menetapkan awal Ramadhan dan Idulftri. Namun apa sebenarnya bentuk hilal dan cara penentuannya? Berikut merupakan penjelasannya.
Bentuk Hilal
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendefinisikan hilal sebagai satu dari lima fase bulan. Hilal ditandai dengan fase bulan baru atau new moon. Pada fase yang juga disebut itjimak ini, bulan tidak tidak terlihat sepanjang malam.
Pada fase bulan baru, posisi bulan dan matahari berada dalam satu garis edar sehingga muncul bulan bartu dalam kalender Islam. Oleh karena itu, perubahan bulan dalam kalender Islam ditandai dengan fase bulan sabit muda pertama.
Metode Penentuan Hilal
Pada dasarnya, terdapat du acara utama untuk menentukan hilal di setiap awal bulan pada kalender Islam yang dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Rukyat
Metode rukyat atau melihat dengan pandangan mata menjadi salah satu metode melihat hilal yang paling banyak dilakukan. Istilah rukyat sendiri berasa; dari bahasa Arab, ra'a yang berarti melihat dengan mata atau mengamati.
Rukyat umumnya dilakukan dengan mata telanjang, atau bisa juga menggunakan alat seperti teleskop dan sejenisnya. Rukyat bisa dilakukan pada akhir bulan, tepatnya saat matahari terbenam.
2. Hisab
Hisab merupakan metode penentuan awal bulan dalam kalender Islam dengan menggunakan perhitungan matematika astronomi. Hisab sendiri secara bahasa berasal dari bahasa Arab, al hisab yang berarti bilangan atau hitungan.
Metode ini menggunakan perhitungan astronomi yang didasarkan pada pergerakan benda-benda langit yakni bumi, bulan, dan matahari.
Penentuan hilal sendiri sangat penting dilakukan untuk bisa memberikan waktu pasti kapan waktu puasa dan Idulfitri. Meski demikian, hilal bisa diperkirakan dengan perhitungan astronomi apabila proses observasi terhalang cuaca.
Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tetapi masih sama-sama sah digunakan untuk menentukan hilal.
(asw)
Loading ...

3 hours ago
3
















































