Michael B. Jordan Jalani Terapi Mental karena Luka Psikologis yang Ditinggalkan Peran Killmonger / Foto: (michaelbjordan/Instagram)
Jakarta, Insertlive -
Michael B. Jordan akhirnya membuka sisi lain di balik kesuksesan perannya sebagai Erik Killmonger dalam film Black Panther.
Di balik penampilan yang dipuji sebagai salah satu villain terbaik Marvel, aktor asal Amerika Serikat itu ternyata harus berhadapan dengan dampak psikologis yang cukup serius hingga memutuskan menjalani terapi mental.
Pengakuan tersebut disampaikan Michael B. Jordan dalam sebuah wawancara yang tayang di CBS Sunday Morning pada Senin (5/1).
Ia mengungkapkan bahwa karakter Killmonger yang sarat kemarahan, kesepian, dan luka batin meninggalkan jejak emosional yang tidak mudah dihilangkan setelah proses syuting berakhir.
IKUTI QUIZ
Sebagai karakter antagonis yang kompleks di Marvel Cinematic Universe (MCU), Erik Killmonger digambarkan sebagai pria yang tumbuh dalam keterasingan, kemarahan, dan rasa tidak adil akibat sistem yang menyingkirkannya.
Demi mendalami sisi gelap tersebut, Jordan memilih pendekatan ekstrem yang berdampak langsung pada kehidupan pribadinya.
Dalam perbincangan SuperSoul Conversations bersama Oprah Winfrey, Jordan mengaku sengaja menarik diri dari lingkungan terdekatnya selama berbulan-bulan.
"Saya menghabiskan banyak waktu sendirian," ungkap Michael B. Jordan.
Ia menjelaskan bahwa kesepian tersebut ia ciptakan secara sadar untuk membangun emosi karakter yang ditinggalkan sejak kecil dan tidak pernah mengenal Wakanda sebagai tanah kelahirannya.
"Saya membayangkan masa kecil Erik yang sangat kesepian, tumbuh tanpa seseorang untuk berbagi cerita tentang tempat bernama Wakanda yang bahkan tidak diketahui keberadaannya." ungkapnya.
Tak berhenti sampai di situ, Jordan bahkan menutup dirinya dari segala bentuk kasih sayang demi mempertahankan emosi karakter.
"Saya menjauhkan cinta, saya tidak menginginkan cinta. Saya ingin berada di tempat yang sepi itu selama mungkin agar bisa merasakan kepedihan yang dirasakan Erik," ujarnya.
Masalah mulai muncul ketika proses syuting Black Panther rampung. Jordan mengaku kesulitan kembali ke kehidupan normal karena emosi gelap yang ia bangun terlalu lama menetap di pikirannya.
"Sangat sulit bagi saya untuk kembali menyesuaikan diri dengan orang-orang yang peduli pada saya," ujarnya.
Ia merasa asing saat harus kembali menerima perhatian dan kasih sayang dari keluarga maupun sahabat, setelah lama membiasakan diri berada dalam kondisi penuh kemarahan dan kebencian.
Menyadari kondisi mentalnya tidak baik-baik saja, Michael B. Jordan akhirnya memutuskan mencari bantuan profesional. Terapi menjadi jalan yang ia pilih untuk membongkar dan melepaskan emosi negatif yang menumpuk selama memerankan Killmonger.
Tak hanya berbagi pengalaman pribadi, Jordan juga menyampaikan pesan penting terkait kesehatan mental, khususnya bagi laki-laki yang kerap merasa tertekan oleh stigma sosial.
"Sebagai laki-laki, kita sering mendapat tekanan atau stigma negatif jika membicarakan hal seperti ini (terapi). Namun, saya tidak setuju dengan pandangan itu," tegasnya.
Ia menekankan bahwa berbicara dan meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan.
"Setiap orang butuh bicara dan mengeluarkan beban pikirannya. Terapi sangat membantu saya kembali menemukan jati diri saya yang sebenarnya," katanya.
Kejujuran Michael B. Jordan menuai banyak apresiasi. Ia menunjukkan bahwa di balik fisik kuat, ketenaran, dan karier gemilang, menjaga kesehatan mental tetap menjadi hal krusial.
Bahkan, bagi aktor yang dikenal luas sebagai sosok antagonis paling ikonik di semesta Marvel.
(ikh/ikh)
Tonton juga video berikut:
ARTIKEL TERKAIT

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
BACA JUGA
detikNetwork

1 day ago
10

















































