Apakah Mengganti Santan dengan Susu Lebih Sehat? Begini Penjelasan Dokter Gizi

9 hours ago 3

Jakarta -

Susu sering menjadi pilihan untuk mengganti santan karena dinilai lebih sehat, terutama bagi mereka yang ingin menjaga berat badan dan kolesterol.

Namun ternyata, anggapan ini tak sepenuhnya benar jika melihat sisi kandungan gizi dua bahan tersebut serta kondisi kesehatan masing-masing individu.

Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menjelaskan bahwa santan yang berasal dari kelapa tua memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi. Kandungan ini lah yang punya risiko tinggi meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kadar kolesterol atau LDL yang tinggi kemudian bisa memicu penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Selain berdampak pada kesehatan jantung, santan yang kental juga bisa menyumbang kalori besar sehingga meningkatkan berat badan.


Meski susu dan santan sama-sama berasal dari sumber alami, Johanes menegaskan bahwa santan belum tentu lebih unggul jika dibandingkan dengan susu. Susu sapi justru memiliki kandungan kalsium yang lebih tinggi untuk kesehatan tulang.

Susu sapi juga punya kandungan protein yang lebih tinggi sehingga bagi mereka yang tak punya intoleransi laktosa, konsumsi susu dinilai lebih menguntungkan dari sisi gizi.

Susu atau Santan, Mana yang Lebih Sehat?

Mana yang lebih sehat antara susu atau santan? Manfaat dari dua bahan tersebut tentunya bergantung pada kesehatan masing-masing individu. Tak semua orang cocok untuk mengonsumsi susu dan mengalami intoleransi terhadap laktosa.

Mereka yang tak mampu mengelola laktosa dalam tubuh sering mengeluhkan kembung, banyak gas, bahkan diare usai mengonsumsi susu. Hal ini kemudian membuat susu tak selalu jadi pilihan yang lebih sehat.

Susu justru bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak dianjurkan bagi mereka yang punya intoleransi terhadap laktosa. Sementara santan bersifat bebas laktosa meski punya kandungan lemak jenuh yang tinggi.

Dokter Johanes kemudian menyarankan agar konsumsi santan tetap dibatasi, baik dari segi jumlah maupun kekentalannya. Santan tetap aman untuk dikonsumsi sesekali dan tidak berlebihan.

Penggunaan susu untuk menggantikan santan dalam masakan kemudian tidak selalu sehat untuk semua orang. Pilihan terbaik kembali bergantung pada kondisi tubuh, toleransi laktosa, hingga frekuensi konsumsi.

Kedua bahan ini tetap perlu dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan agar kesehatan tubuh terjaga.

(asw/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global