Jakarta -
Bulan Ramadan sudah sampai di penghujungnya. Tentu saja mulai banyak yang mempertanyakan kapan malam takbiran bisa dilakukan.
Takbiran ternyata merupakan anjuran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA,
"Bahwa Rasulullah SAW keluar pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha ke tempat shalat. Yang pertama kali beliau mulai adalah shalat, kemudian beliau berbalik setelah selesai shalat kepada manusia lalu berkhutbah kepada mereka. Apabila beliau melihat manusia telah berkumpul, beliau berkata: 'Apakah aku tidak memberitahukan kepadamu apa yang diwahyukan Allah kepadaku?' Apabila hari raya Idul Adha, beliau berkata: 'Janganlah kalian lupa dengan kambing kurban.' Apabila hari raya Idul Fitri, beliau berkata: 'Janganlah kalian lupa dengan takbir.'" (HR. Bukhari dan Muslim).
Seperti diketahui, malam takbiran menjadi tanda bulan suci Ramadan telah berakhir dan umat muslim akan menyambut datangnya Idul Fitri. Tentu saja hal ini harus ditentukan melalui sidang isbat yang digelar pemerintah pada hari ini, Kamis (19/3).
Jika pemerintah sudah menetapkan keesokan harinya adalah Idul Fitri, maka umat Muslim dapat melakukan takbiran dengan mengumandangkan takbir pada malam harinya. Maka dari itu, takbiran dapat dilakukan tergantung hasil dri sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) yang dilakukan hari ini.
Dalam sidang tersebut, para ulama, ahli astronomi, dan perwakilan ormas Islam akan membahas dua hal utama yakni data hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (pengamatan hilal). Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria, maka malam ini sudah masuk 1 Syawal, artinya takbiran bisa dikumandangkan.
Namun, jika hilal tidak terlihat, maka Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, dan takbiran belum dilakukan malam ini.
Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3), berdasarkan prinsip, syarat, serta parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Kepastian ini muncul setelah data menunjukkan bahwa ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026. Dengan terpenuhinya kriteria tersebut, warga Muhammadiyah akan merayakan Lebaran pada Jumat (20/3).
(kpr/kpr)
Loading ...

4 hours ago
4
















































