Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Tips Sebelum Membeli Perabotan Bekas

4 hours ago 2

Jakarta -

Tidak sedikit orang menjual perabotannya yang sudah tidak terpakai karena merasa masih memiliki nilai fungsi. Barang bekas ini kemudian memiliki daya tarik tersendiri hingga menjadi tren yang menggiurkan karena biasanya dijual dengan harga miring dan terjangkau.

Namun, ada beberapa hal dan strategi tertentu yang perlu diperhatikan sebelum membeli perabotan bekas agar kualitas yang didapat sesuai dengan harga yang dibayar. Biasanya, dibutuhkan ketelitian ekstra untuk melihat kondisi barang, apakah perabot tersebut masih layak dipakai, tidak cacat, dan bisa bertahan untuk jangka waktu lama.

Bagi Insertizen yang gemar berbelanja barang bekas, simak tips-tipsnya berikut ini!

Lakukan Negosiasi


Jangan terburu-buru membeli perabot bekas meskipun sudah mengetahui harganya. Melakukan negosiasi saat membeli barang bekas adalah hal yang sangat wajar. Jadi, jangan ragu untuk menawar harga kepada penjual.

Sebelum mulai menawar, pastikan kamu sudah melakukan riset harga pasar untuk barang sejenis agar punya patokan yang masuk akal. Selanjutnya, kamu bisa menggunakan cacat kecil yang ditemukan saat pemeriksaan sebagai alasan kuat untuk meminta potongan harga.

Cek Kualitas Barang Secara Teliti

Melakukan pemeriksaan adalah langkah paling penting sebelum membeli perabot bekas. Barang yang sudah dipakai biasanya memiliki kekurangan, seperti goresan kecil, retakan, atau engsel yang sudah longgar. Tidak jarang, kekurangan ini dipoles secara apik agar tidak terlihat.

Sebagai pembeli yang cerdas, kamu perlu ketelitian tinggi untuk memeriksa kualitas dan kondisi barang. Langkah ini bertujuan agar kondisi barang yang didapat sesuai dengan keinginan. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari kekecewaan di kemudian ketika secara tidak sengaja menemukan kekurangan yang tidak sesuai ekspektasi.

Ketahui Tahun Produksi

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum membeli barang bekas adalah tahun produksi dari perabotan yang ingin dibeli. Dengan informasi ini, kamu bisa mengetahui usia barang tersebut.

Langkah ini biasanya sangat penting, terutama pada barang elektronik, seperti televisi, kipas angin, atau mesin cuci, yang kualitas dan performanya sangat bergantung dengan jangka waktu pemakaian.

Beli dari Toko atau Orang Terpercaya

Memilih tempat pembelian yang tepat sangat menentukan keamanan dan kepuasanmu dalam berburu perabotan bekas. Jika memungkinkan, prioritaskan membeli dari toko secondhand yang sudah memiliki reputasi baik atau melalui orang terpercaya. Membeli dari orang yang sudah dikenal biasanya lebih aman karena kamu sudah tahu bagaimana cara mereka merawat barang tersebut sebelumnya.

Namun, jika kamu mencari melalui marketplace atau media sosial, pastikan untuk melihat ulasan pelanggan atau rating penjual sebagai bahan pertimbangan utama. Jangan ragu untuk bertanya secara detail mengenai riwayat pemakaian perabotan tersebut kepada penjual guna meminimalisir risiko adanya kerusakan tersembunyi.

Cari Perbandingan dengan Toko Lain

Sebelum membeli perabot bekas, luangkan waktu sejenak untuk membandingkan perabot yang dijual dari toko satu dengan toko lain. Jangan terburu-buru merasa sudah cocok dengan satu penjual karena biasanya toko sebelah menawarkan barang serupa dengan kondisi yang lebih baik atau harga yang lebih murah.

Dengan membandingkan beberapa tempat sekaligus, kamu jadi punya gambaran yang lebih luas mengenai harga pasar yang wajar untuk jenis perabotan tersebut. Memiliki lebih dari satu pilihan juga akan membuatmu lebih percaya diri saat melakukan negosiasi karena kamu punya pembanding yang kuat.

Pikirkan Ukuran Ruangan

Tips terakhir yang harus dipertimbangkan sebelum membeli perabotan bekas adalah kesediaan ruang untuk menaruh perabotan tersebut.

Jangan sampai kamu terlanjur membeli sebuah lemari atau sofa besar, tetapi ternyata ukurannya justru membuat ruangan terasa sesak atau bahkan tidak muat melewati pintu rumah.

Kamu bisa mengukur luas ruangan hingga tinggi langit-langit rumah terlebih dahulu agar perabot bisa dibawa masuk dan diletakkan secara efisien.

(Astrid Riyani Atmaja/dis)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global