Jumlah Kentut Dalam Sehari yang Masih Dianggap Normal Menurut Ahli

15 hours ago 14

Jakarta -

Kentut sering dianggap sebagai hal yang memalukan dan sebisa mungkin dihindari di tempat umum.

Padahal, kebiasaan buang angin justru bisa menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sistem pencernaan seseorang.

Para ahli menjelaskan bahwa frekuensi kentut, aroma yang dihasilkan, hingga perubahan pola buang angin dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas bakteri baik di dalam usus dan bagaimana tubuh mencerna makanan.

Ahli gizi Shy Vishnumohan mengatakan bahwa kentut beberapa kali dalam sehari merupakan hal yang sepenuhnya normal.


Bahkan, jumlahnya bisa lebih banyak dari yang dibayangkan banyak orang.

"Kentut beberapa kali sehari hingga sekitar 20 kali sehari dianggap normal. Kentut yang lebih sering sering dikaitkan dengan karbohidrat yang lebih mudah difermentasi, termasuk kacang-kacangan, alkohol gula, makanan tinggi FODMAP, atau intoleransi terhadap laktosa maupun fruktosa," ujarnya.

Secara ilmiah, kentut merupakan campuran udara yang tertelan saat makan serta gas yang dihasilkan mikrobioma usus ketika memecah makanan.

Proses fermentasi yang dilakukan bakteri baik di saluran pencernaan menghasilkan berbagai jenis gas yang kemudian dikeluarkan tubuh melalui buang angin.

Bau Kentut Bisa Mengungkap Kondisi Usus

Meski terdengar sepele, aroma kentut ternyata dapat menjadi sinyal penting mengenai kesehatan pencernaan.

Sebagian besar gas yang keluar dari tubuh sebenarnya tidak berbau. Aroma menyengat muncul akibat senyawa sulfur yang terbentuk selama proses pencernaan makanan tertentu.

Menurut Vishnumohan, bau kentut bisa sangat bervariasi tergantung pola makan dan komposisi bakteri di dalam usus. Ada yang hampir tidak berbau, ada pula yang sangat menyengat.

Sementara itu, ahli gizi Ava Safir menjelaskan bahwa perubahan aroma sesekali masih tergolong normal. Namun, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian jika berlangsung terus-menerus.

"Perubahan bau sesekali adalah normal, tetapi bau yang tidak biasa dan terus-menerus, terutama jika disertai dengan kembung, sembelit, atau diare, dapat menandakan perubahan pencernaan atau ketidakseimbangan mikroba," kata Safir.

Bau kentut yang sangat kuat dan berlangsung lama dapat menjadi tanda beberapa gangguan pencernaan, seperti malabsorpsi karbohidrat, pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus atau Small Intestinal Bacterial Overgrowth, hingga masalah kesehatan lain yang memerlukan pemeriksaan medis.

Suara Kentut Bukan Penanda Penyakit

Banyak orang mengaitkan suara kentut yang keras dengan kondisi kesehatan tertentu. Namun, para ahli menegaskan bahwa keras atau pelannya suara kentut umumnya tidak berhubungan langsung dengan kesehatan usus.

Safir menjelaskan bahwa suara kentut lebih dipengaruhi faktor mekanis, seperti jumlah gas yang keluar, kecepatan pergerakan gas, serta kondisi otot di area rektum.

Kondisi seperti sembelit, ketegangan otot dasar panggul, atau wasir memang dapat memengaruhi cara gas keluar dari tubuh sehingga suara kentut terdengar berbeda. Namun, hal tersebut bukan indikator utama kesehatan pencernaan.

Berapa Kali Kentut yang Masih Normal?

Secara umum, orang sehat rata-rata kentut sekitar 10 hingga 20 kali dalam sehari. Jumlah tersebut justru menunjukkan bahwa bakteri baik di usus aktif membantu proses pencernaan makanan.

Frekuensi kentut juga bisa meningkat ketika seseorang mulai mengonsumsi lebih banyak makanan berserat. Kondisi ini biasanya bersifat sementara karena sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa setelah dua hingga enam minggu peningkatan asupan serat, frekuensi kentut umumnya akan kembali normal seiring tubuh menyesuaikan diri.

Karena itu, kentut tidak selalu menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Selama frekuensinya masih dalam kisaran normal dan tidak disertai gejala lain seperti nyeri perut, diare, sembelit berkepanjangan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, buang angin justru menjadi tanda bahwa sistem pencernaan sedang bekerja dengan baik.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global