Terungkap Alasan Istri Choky Sitohang Pindah Agama ke Kristen

14 hours ago 13

Jakarta -

Kehidupan yang nyaman, pekerjaan yang baik, dan berbagai pencapaian ternyata tidak selalu membuat seseorang merasa utuh.

Hal itulah yang diakui oleh Chaca Anshori saat menceritakan perjalanan spiritual yang membawanya berpindah keyakinan dari Islam ke Kristen.

Dalam perbincangan bersama Melaney Ricardo, istri Choky Sitohang itu mengungkap bahwa keputusan besar dalam hidupnya tidak terjadi secara instan.

Semua bermula ketika ia merasakan kehampaan yang sulit dijelaskan, meski secara kehidupan tidak sedang menghadapi masalah berarti.


"Apa yang bikin kamu sampai akhirnya kamu bilang kamu berjumpa dengan Yesus?" tanya Melaney Ricardo.

"Jadi waktu itu gua lagi sendiri, lagi jenuh ya sama rutinitas sebenarnya. Terus kayak ngerasa empty kosong dengan segala sesuatu yang gua punya saat itu. Hidup enak, kerja ya segala macam," jawab Chaca Anshori.

Perasaan kosong itu terus mengganggunya. Chaca mengaku merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya meskipun dari luar semuanya tampak berjalan baik.

"Tapi kok kayak masih ada yang missing gitu di dalam. Sampai akhirnya gue ini gua percaya bukan gue yang mau tapi Roh Kudus yang nuntun," tuturnya.

Melissa kemudian menceritakan momen yang menurutnya menjadi titik awal perubahan hidupnya. Saat tinggal di Bali, ia tanpa sengaja mendengarkan lagu-lagu pujian Kristen milik teman sekamarnya.

"Terus gua enggak tahu gimana gua lagi sendiri gua ngelihat eh ini kayaknya lucu nih lagu-lagunya dia. Gua dengerin gua bawa di mobil gua bawa di kamar. Terus kayak beda rasanya. Padahal gua cuman ngedengar doang loh. Gua enggak ngapa-ngapain. Gua dengar terus kayak keisi gitu," katanya.

Pengalaman itu membuat rasa penasarannya tumbuh. Chaca mulai ingin mengenal lebih jauh tentang ajaran Kristen yang sebelumnya tidak pernah ia pelajari secara mendalam.

"Sampai akhirnya gua mikir gua pengin tahu deh tentang agama ini," ujarnya.

Rasa ingin tahu tersebut membawanya pada keputusan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Chaca diam-diam meminjam Alkitab milik temannya dan mulai membacanya sendiri.

"Gua pinjamlah Alkitabnya tanpa orangnya tahu. Gua ngambil aja koleksi bareng gitu. Gua baca gua lihat. Oke. Kayak baca novel Mel. Baca Alkitab kayak baca novel," ungkapnya.

Karena merasa tertarik, Chaca akhirnya membeli Alkitab sendiri dan membawanya ke mana pun ia pergi. Saat itu ia masih bekerja sebagai pramugari sehingga memiliki banyak waktu untuk membaca ketika bepergian.

"Sampai akhirnya karena itu punya orang gua balikin terus gua beli sendiri. Jadi kemana gua pergi kerja terbang segala macam gua bawa, gua baca kayak baca novel," katanya.

Kebiasaan membaca itu berlangsung selama berbulan-bulan hingga ia berhasil menuntaskan Alkitab dari awal sampai akhir dalam waktu sekitar enam bulan.

"That's why dalam waktu 6 bulan itu Alkitab awal sampai akhir selesai. Karena gua emang dulu hobi baca," ujarnya.

Menurut Chaca, perubahan yang terjadi bukan hanya pada pemahaman spiritualnya. Ia merasa gaya hidupnya perlahan ikut berubah tanpa disadari.

"Pelan-pelan secara tanpa gua sadari gaya hidup gua berubah. Hari-hari ya. Gaya hidup gue yang negatif-negatif berubah," tuturnya.

Ia juga mengaku mulai menikmati kesendirian dan tidak lagi merasa harus selalu dikelilingi banyak orang untuk merasa bahagia.

"Kalau waktu itu gua ngerasa gitu gue sendiri enggak apa-apa dan gua ngerasa enggak sendirian," katanya.

Meski kini memeluk agama Kristen, Chaca menegaskan dirinya tidak pernah ingin memaksakan keyakinannya kepada orang lain. Ia percaya perjalanan spiritual setiap orang berbeda dan sangat personal.

"Jadi kita diproses Tuhan tuh beda-beda dan ini pilihan yang Tuhan kasih ke gue di sini ternyata. Jadi gua enggak pernah menghakimi orang yang convert karena gua tahu apa yang mereka rasain," ujarnya.

Melaney Ricardo akhirnya menyimpulkan cerita Chaca Anshori, bahwa setiap orang memiliki jalan masing-masing dalam menemukan keyakinan yang diyakini.

"Ternyata Tuhan memang mau pilih dia di sini gitu. Karena memang I believe spiritual journey itu memang perjalanan yang very personalized between you and your creator," kata Melaney.

Pernyataan tersebut kemudian diamini Melaney Ricardo yang menilai tidak semua orang menjalani perjalanan spiritual dengan cara yang sama.

"Ada orang yang emang agama warisan dari kecil ya emang lempeng aja. Tapi for other people could be mencari gitu loh. Dan it's ok," kata Melaney Ricardo.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global