Fakta Gunung Bulusaraung yang Jadi Lokasi Pesawat ATR 42-500 Jatuh/Foto: M Bakrie/detikcom
Jakarta, Insertlive -
Indonesia berduka pada awal tahun 2026 dengan jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1). Pesawat jatuh setelah melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Pesawat dikabarkan menabrak lereng gunung setelah hilang kontak dalam proses pendekatan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Beberapa serpihan puing diduga milik ATR 42-500 pun ditemukan pendaki di puncak Gunung Bulusaraung.
Pesawat tersebut membawa 7 kru dan 3 orang penumpang. Hingga kini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian para penumpang pesawat. Berikut fakta dari Gunung Bulusaurung yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500.
Lokasi
Secara administrasi, Gunung Bulusaraung terletak di wilayah Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Gunung ini berada dalam pengelolaan taman nasional dan merupakan wilayah kerja Resort Balocci.
Gunung Bulusaraung memiliki luas 137,29 ha dengan puncak ketinggian ada pada 1.353 mdpl. Topogragi kawasan ini meliputi topografi relief tinggi, bentung lereng yang terjal dan tekstur topografi yang kasar.
Tarif Masuk
Melalui informasi resmi pengelola Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berlaku sejak 1 Januari 2025, tarif masuk dan pendakian Gunung Bulusaraung dibedakan berdasarkan hari kunjungan dan kategori pengunjung.
Hari biasa (weekday):
• Wisatawan nusantara dewasa: Rp44.500 per orang
• Wisatawan nusantara pelajar/mahasiswa: Rp39.000 per orang
• Wisatawan mancanegara: Rp225.000 per orang
• Rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 5 orang): Rp34.000 per orang
Hari libur (weekend dan hari besar):
• Wisatawan nusantara dewasa: Rp49.500 per orang
• Wisatawan nusantara pelajar/mahasiswa: Rp44.000 per orang
• Wisatawan mancanegara: Rp225.000 per orang
• Rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 5 orang): Rp36.500 per orang
Tarif itu termasuk tiket masuk kawasan konservasi pendakian dan pungutan resmi non-pajak (PNBP) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024.
Jalur Pendakian
Gunung Bulusaraung pun menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Sulawesi Selatan. Pasalnya puncak Bantimurung memiliki jalur yang relatif pendek dan medan yang tidak terlalu sulit.
Lokasi ini hanya memiliki satu jalur pendakian resmi yaitu melalui Desa Tompobulu. Jalurnya melewati kawasan hutan karst dengan medan yang berbatu. Terdapat 9 pos yang dijadikan lokasi berkemah.
Jarak tempuh dari pos registrasi hingga puncak sekitar 3 kilometer dengan estimasi waktu pendakian sekitar 2-3 jam, tergantung pada kondisi fisik pendaki dan cuaca.
Habitat Hewan
Gunung Bulusaraung berada di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dengan luas 43.40,20 Ha. Tempat ini memiliki pemandangan yang tak kalah indah dengan lokasi pegunungan lainnya.
Gunung Bulusaraung juga dikenal sebagai habitat dari berbagai jenis kupu-kupu dan satwa liar seperti kera dan musang. Selain itu terdapat kawasan konservasi alam untuk kegiatan ekowisata.
(agn/fik)
Tonton juga video berikut:

2 hours ago
5

















































