Kenapa Lansia Bersikap seperti Anak Kecil? Ini Penjelasan dan Cara Menghadapinya/Foto: Freepik
Jakarta, Insertlive -
Selain kesehatan yang makin menurun, para lansia atau orang lanjut usia juga mengalami perubahan sikap yang signifikan. Individu yang memasuki masa lansia kerap bersikap bak anak kecil sehingga terkadang membuat keluarga merasa kerepotan.
Sikap anak kecil yang dimaksud bukan berbicara layaknya balita, melainkan lebih kepada kesulitan mereka untuk melakukan aktivitas sederhana. Tak hanya itu, mereka juga mulai sulit mengendalikan emosi sehingga mudah 'ngambek'.
Lantas apa penyebab lansia bersikap seperti anak kecil? Berikut merupakan penjelasannya.
Penurunan Fungsi Kognitif
Meski tak semua, ada sebagian lansia yang semakin bersikap bak anak kecil seiring dengan bertambahnya usia. Penyebab perubahan sikap ini bisa dijelaskan secara medis, faktor utama yang paling mempengaruhi adalah adanya penurunan kognitif.
Ketika seseorang semakin tua dan masuk ke fase lansia, otak mereka perlahan akan menciut. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas ingatan dan fungsi kognitif.
Jika sebelumnya mereka bisa melakukan hal-hal rumit, perubahan otak menciut akibat faktor usia kini membuat mereka bisa lupa cara melakukan aktivitas sederhana.
Kondisi ini paling sering terjadi pada perempuan karena ada peran hormon terhadap perubahan fungsi kognitif. Selain itu, perubahan fungsi reseptor estrogen di otak terhadap kemampuan belajar dan ingatan juga menjadi faktor.
Penurunan Fungsi Kognitif Memengaruhi Sisi Psikologis
Ketika penurunan fungsi kognitif terus terjadi pada lansia, hal ini otomatis turut memengaruhi sisi psikologis. Pasalnya, kegagalan mereka untuk melakukan aktivitas sederhana membuat mereka merasa tak berguna bahkan benci terhadap diri sendiri.
Hal ini juga memengaruhi kondisi perasaan sehari-hari. Tak heran, banyak lansia cenderung lebih sensitif dan mudah 'ngambek'. Semakin signifikan penurunan fungsi kognitif yang terjadi, maka akan semakin tinggi sensitivitas perasaan mereka.
Perubahan sikap ini juga bisa semakin parah jika para lansia merasa kesepian dan merasa tak bisa berbuat apa-apa. Mereka bahkan cenderung bersikap manja kepada anggota keluarga yang tersisa.
Cara Menghadapi Lansia yang Bersikap Seperti Anak Kecil
Penurunan fungsi kognitif tak bisa dicegah, tetapi dapat diperlambat. Perubahan sikap yang terjadi kemudian bisa menjadi beban emosional untuk keluarga.
Maka untuk menghadapi para lansia yang mulai bersikap bak anak kecil, ada baiknya untuk berusaha mendengarkan dan tidak menginterupsi saat mereka sedang membagikan cerita mereka. Berikan respons-respons kecil yang menandakan bahwa Anda mendengarkan.
Keluarga juga perlu bersikap lebih sabar dan tidak emosional saat memberikan tanggapan kepada lansia yang bersikap seperti anak kecil. Perlu diingat bahwa sikap mereka merupakan perwujudan dari penurunan fungsi kognitif dan rasa tidak puas terhadap diri sendiri.
Penurunan kognitif lansia bisa diperlambat dengan cara mengajak mereka mengikuti berbagai kegiatan yang melatih fungsi otak.
Kegiatan seperti membaca buku, bernyanyi, dan berbagai aktivitas keseharian lain bisa mendukung lansia untuk tak merasa kemampuan diri menurun.
(asw/and)
Tonton juga video berikut:
ARTIKEL TERKAIT

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
BACA JUGA
detikNetwork

8 hours ago
4

















































