Cerita Mualaf Samanta Adik Darius: Adem Tiap Lewat Masjid Dekat Kampus

3 hours ago 1

Jakarta -

Samanta Elsener, adik dari aktor Darius Sinathrya, membagikan cerita perjalanan religinya. Samanta yang lahir dari keluarga Katolik, memutuskan menjadi mualaf saat dewasa.

Pergolakan batin Samanta bermula ketika ia mulai merasakan duka kehilangan sosok ibu yang telah meninggal dunia saat dirinya masih berusia 3 tahun.

Rasa kehilangan itu yang membuat Samanta pada akhirnya mencari kedamaian di luar agama Katolik. Ia mengaku sempat mempelajari agama-agama lain, seperti Budha, Hindu, Yahudi, hingga yang terakhir Islam.

Ketika mulai berdamai dengan dukanya, Samanta menemukan kedamaian yang tak terduga dari sebuah masjid yang berdiri dekat kampusnya. Samanta bercerita, setiap melewati masjid tersebut, ia merasakan damai hingga ingin masuk ke dalamnya.


"Terus sampailah aku kuliah, tiap jalan ke kampus, melewati satu masjid ini, terus kok kayaknya pengen masuk ya, ini kok hawanya positif ya, dari situ mulai ada (ketertarikan)," cerita Samanta dalam YouTube Melaney Ricardo.

"Mungkin panas ya, tapi tiap lewat masjid kok adem ya," tambahnya.

Kala itu, Samanta juga memiliki banyak teman Muslim untuk bertanya. Ia juga kerap menemani teman-teman Muslimnya salat di tengah kegiatan kampus. Momen inilah yang membawa Samanta belajar tentang Islam lebih dalam.

"Pas kuliah juga banyak teman Muslim. Jadi, pas mereka salat, aku nungguin, nemenin, sambil tanya-tanya. Terus akhirnya, baca-baca, oh ternyata Islam nggak seburuk yang diomongin orang-orang Islamofobia," ungkapnya.

Samanta kemudian membeberkan alasan yang membuatnya mantap memeluk agama Islam.

"Pada saat itu aku baca-baca. Pertama, aku baca buku Nabi Muhammad dari Martin Links, yang nulis tuh profesor tentang histori Islam. Jadi, sejarah Islam dia benar-benar pelajari. Nah, tulisannya tuh bagus banget," tuturnya.

"Jadi halaman per halaman dari buku itu bikin aku nangis, kayak berasa relate gitu. Oh, ternyata hidupnya Nabi itu juga berat ya. Bukan cuma aku yang berat," sambungnya.

Titik baliknya, ketika Samanta mulai belajar salat dan mendapatkan ketenangan dari ibadah tersebut meski belum sah menjadi mualaf.

"Akhirnya aku mencoba untuk salat waktu itu, tapi salat gerakan ya belum dengan doa-doanya. Yang bikin aku heran adalah pada saat aku melakukan gerakannya saja tuh sudah bikin aku merasa tenang," ungkapnya.

Ia kemudian bertanya kepada temannya yang juga mualaf tentang alasannya memilih Islam. Jawaban dari sang teman cukup membuka matanya.

"Mantha coba gini saja, pada saat kamu benar-benar sendiri, kamu nggak punya siapa-siapa, apa yang bikin kamu tenang?" ucap Samanta mengikuti jawaban temannya.

Untuk lebih meyakinkan dirinya lagi, Samanta melakukan nazar dengan berdoa. Jika doa-doa itu dikabulkan, maka ia mantap menjadi seorang mualaf. Samanta Elsener lantas resmi menjadi mualaf pada Desember 2009.

(KHS/KHS)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global