Tren Run dan Travel, Lari Jadi Cara Baru untuk Nikmati Destinasi Wisata

2 hours ago 1

Jakarta -

Olahraga lari makin digandrungi banyak lapisan masyarakat. Lari tak lagi menjadi milik para atlet maupun profesional melainkan gaya hidup masyarakat urban yang mengutaman kesehatan, kebebasan, serta koneksi sosial.

Beberapa tahun terakhir, minat olahraga lari meningkat secara signifikan melalui sejumlah event lari dari fun run, city run, hingga marathon sambil travelling di beberapa kota maupun negara.

Fenomena tren lari ini merupakan penanda masyarakat mulai menyadari pentingnya hidup sehat. Apalagi, lari tak membutuhkan peralatan mahal dan bisa dilakukan di mana saja.

Selain itu, lari juga bisa menyehatkan jantung serta meningkatkan kebugaran. Lari juga bisa menjaga kesehatan mental serta meredakan stres.


Tren lari saat ini bersinggungan dengan gaya hidup dan pariwisata. Banyak pelari menikmati kota atau destinasi wisata.

Salah satu event lari yang menggabungkan tren run dan travel ini adalah Pocari Sweet Run yang rutin digelar sejak tahun 2014.

Tahun ini, Pocari Sweat Run kembali digelar di dua kota besar di Indonesia yakni Lombok dan Bandung.

"Lari bukan lagi sekadar olahraga tapi medium untuk menikmati perjalanan. Saat berlari di destinasi baru mungkin terasa ada sensasi berbeda karena biasanya habis lari langsung ke spot-spot wisata di kota yang dikunjungi," kata Puspita Winawati, Marketing Director saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1).

"Jadi, saat orang datang berlari, mereka juga menginap, makan, bahkan berinteraksi dengan warga lokal dan ini jadi bukan sekadae event tapi kolaborasi dengan pariwisata," lanjutnya.

Konferensi pers Pocari Sweat Run yang dihadiri Erick Thohir sebagai Menpora, Raffi Ahmad, Wamenpar, hingga jajaran petinggi lainnya.Konferensi pers Pocari Sweat Run yang dihadiri Erick Thohir sebagai Menpora, Raffi Ahmad, Wamenpar, hingga jajaran petinggi lainnya./ Foto: InsertLive/Dias

Di Lombok sendiri, event lari ini akan mengambil lokasi di Sirkuit Mandalika dengan total 4,3 kilometer untuk satu putaran yang digelar pada 11 dan 12 Juli 2026.

Sementara Bandung akan digelar pada 19 September dan 20 September mendatang.

Pembukaan pendaftaran peserta untuk lari di Lombok akan dimulai pada 27 Januari pukul 12 siang sedangkan di Bandung dibuka pada 2 Februari mendatang.

Tahun ini, Pocari juga menggandeng aktor berbakat Angga Yunanda yang dipercaya bisa membawa banyak pelari dari generasi Z.

"Tahun ini, aku akan ikut lari di Lombok dan Bandung. Jadi, pastikan kamu semua daftar ya!" kata Angga Yunanda.

Acara tahunan ini juga dipercaya akan menarik wisatawan domestik maupun asing dan memberikan keuntungan untuk sektor pariwisata.

(dis/dis)

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global