Usaha Umi Pipik demi Sambut Kelahiran Cucu Pertama

2 hours ago 1

Jakarta -

Momen kelahiran cucu pertama menjadi pengalaman yang begitu emosional bagi Umi Pipik. Ia mengaku sengaja mengosongkan seluruh jadwalnya demi bisa mendampingi sang anak saat proses persalinan.

Umi Pipik menjelaskan bahwa ia memang sudah merencanakan untuk berada di sisi anak pertamanya, Adiba Khanza, ketika melahirkan. Ia tidak ingin melewatkan momen penting tersebut karena kesibukan berdakwah di luar kota.

"Saya memang sengaja mengosongkan waktu untuk menemani anak pertama saat melahirkan. Kebetulan waktunya pas, jadi saya bisa benar-benar mendampingi. Rasanya senang sekali bisa ada di momen itu," ujarnya saat ditemui di kawasan Kantor, Kamis (12/2/2026).

Ia mengaku akan sangat menyesal apabila tidak berada di sisi sang anak saat proses persalinan berlangsung.


"Saya merasa akan sangat menyesal kalau sampai anak saya melahirkan sementara saya sedang di luar kota atau sedang berdakwah. Makanya waktu itu memang sudah saya kosongkan," tuturnya.

Sebagai nenek dari cucu pertama, Umi Pipik memberikan perhatian khusus, terutama terhadap kondisi sang ibu yang masih menyusui. Ia kerap mengingatkan agar anaknya menjaga asupan makanan demi kelancaran ASI.

"Untuk cucu pertama ini, tentu ada perhatian lebih, terutama soal makanan ibunya. Karena masih menyusui, saya sering mengingatkan supaya makan makanan yang halal dan baik, yang bisa membantu ASI tetap lancar. Saya terus mengingatkan supaya ibunya bisa menyusui dengan baik," jelasnya.

Namun, untuk urusan penentuan nama bayi, ia memilih menyerahkan sepenuhnya kepada kedua orang tuanya.

"Kalau soal penentuan nama anak, saya serahkan sepenuhnya ke orang tuanya, mereka yang berhak memberikan nama," katanya.

Banyak warganet yang penasaran dengan wajah sang bayi. Beberapa bahkan menyebut si kecil mirip dengan almarhum suami Umi Pipik, Ustaz Jefri Al Buchori.

Menanggapi hal tersebut, Umi Pipik menegaskan bahwa hingga kini wajah sang bayi memang belum dibuka ke publik. Ia dan keluarga sengaja menjaga dari ain.

"Sampai sekarang wajahnya memang belum dibuka, kami menjaga dari ain. Bayi itu sangat rentan terkena ain. Dalam Islam juga diajarkan untuk menjaga hal-hal seperti itu, apalagi untuk anak kecil. Jadi memang sengaja ditutup," ungkapnya.

Ia menambahkan, soal kemiripan wajah bayi memang menjadi perbincangan keluarga.

"Kalau soal mirip siapa, ya ada saja. Ada mirip Uje, ada mirip Egi, ada juga mirip Adibah. Tapi memang belum ingin dipublikasikan. Nanti saja kalau sudah siap," katanya.

Usai proses persalinan, Umi Pipik bahkan tinggal selama satu minggu di rumah anaknya untuk membantu mengurus bayi. Ia memasak dan ikut menjaga sang cucu di masa-masa awal kelahiran.

"Untuk urusan membantu mengurus bayi, di awal-awal setelah melahirkan saya seminggu tinggal di rumah mereka. Karena sudah pisah rumah dengan suami, jadi saya menginap di sana. Saya bantu masak, bantu mengurus bayinya," jelasnya.

Kini, menurutnya, pasangan tersebut sudah mampu mengurus semuanya secara mandiri. Ia pun melihat kesiapan mereka sebagai orang tua.

"Kalau soal cara mengurus anak, saya lihat mereka sudah siap menjadi orang tua. Mereka punya cara sendiri. Misalnya, mereka sepakat untuk tidak mengenalkan handphone ke anak sejak kecil, sampai anak benar-benar mengerti," tuturnya.

Sebagai nenek, ia hanya banyak mengingatkan tentang pentingnya pendidikan sejak dalam kandungan.

"Anak itu sudah bisa mendengar suara ayah dan ibunya sejak di dalam kandungan, jadi sering diajak ngobrol," katanya.

Ia pun menyampaikan harapan yang terbaik untuk sang cucu tercinta.

"Sebagai nenek, harapan saya tentu cucu pertama ini tumbuh sehat, menjadi anak yang baik, penyayang, penuh kasih, dan bisa menjadi kebanggaan keluarga," tutupnya.

(ikh/and)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global