Jakarta -
Dua pemeran utama dari drama Korea Perfect Crown, IU dan Byeon Woo Seok, buka suara atas kontroversi yang ramai dibicarakan.
IU dan Byeon Woo Seok, secara pribadi menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi distorsi sejarah pada tayangan drama tersebut. Melalui akun Instagram pribadi mereka, dua artis ternama itu menyampaikan permintaan maaf.
Permintaan Maaf dari IU
"Halo. Ini adalah IU, yang memerankan peran Seong Hui Ju di "Perfect Crown."
Selama beberapa hari terakhir, saya telah dengan saksama membaca setiap komentar yang ditinggalkan oleh banyak pemirsa.
Sebagai pemeran utama dalam drama ini, saya merasa telah gagal menunjukkan sikap bertanggung jawab dan akhirnya menyebabkan kekecewaan yang besar, dan saya sangat menyesal. Bahkan hingga sekarang, hati saya masih terasa sangat berat.
Mengenai berbagai isu verifikasi sejarah dalam drama yang ditunjukkan oleh para penonton, saya dengan tulus merenung dan meminta maaf-tanpa alasan-karena telah terjun ke dunia akting tanpa memikirkannya lebih dalam.
Karena ini adalah drama yang menekankan pentingnya menyampaikan imajinasi yang berakar pada sejarah kita sendiri dan keindahan tradisional Korea, seharusnya saya membaca naskahnya lebih saksama dan belajar lebih banyak sebagai aktor, tetapi saya tidak melakukannya, dan saya malu akan hal itu. Saya tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang isu-isu tersebut sebelumnya. Saya minta maaf.
Terima kasih kepada semua orang yang menonton drama ini sampai akhir dan tidak ragu untuk menyampaikan pendapatnya. Saya akan selalu mengingat kritik dan pendapat berharga yang Anda kirimkan, dan ke depannya, saya akan menjadi IU yang mendekati proyek dengan sikap yang lebih hati-hati dan teliti. Sekali lagi saya mohon maaf."
Permintaan Maaf dari Byeon Woo Seok
"Halo, saya aktor Byeon Woo Seok.
Selama akhir pekan, saya khawatir dan cemas bahwa kata-kata saya mungkin akan menyebabkan kerugian lebih lanjut. Dengan berat hati, saya menulis ini kepada mereka yang merasa tidak nyaman dan khawatir karena drama tersebut.
Dalam proses pembuatan film dan akting dalam drama ini, saya kurang memikirkan konteks sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya serta bagaimana hal itu akan diterima oleh para penonton. Melalui kata-kata para penonton, saya terdorong untuk merenung dan melihat kembali diri saya sendiri, dan sebagai seorang aktor, saya sekali lagi sangat menyadari bahwa saya perlu mendekati pekerjaan saya dengan tanggung jawab yang lebih besar-mempertimbangkan tidak hanya akting tetapi juga pesan dan konteks yang dibawa oleh produksi tersebut.
Saya dengan tulus meminta maaf.
Saya juga ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada semua orang yang telah peduli dengan "Perfect Crown" dan Grand Prince Ian serta memberikan nasihat. Ke depannya, saya akan menjadi aktor yang mengambil proyek dengan sikap yang lebih hati-hati dan bijaksana. Saya mohon maaf. Hormat saya, Byeon Woo Seok."
Sebelumnya, episode ke-11 Perfect Crown menampilkan raja tengah menjalani upacara penobatan. Namun, penggunaan atribut kerajaan dan seruan istana di adegan tersebut dinilai tidak akurat secara historis, bahkan dianggap merendahkan simbol kedaulatan Korea.
Sang raja juga mengenakan Guryu Myeollyugwan, variasi mahkota yang dipakai pada era Joseon dalam konteks tertentu, terutama pada masa ketika protokol istana dipengaruhi oleh hubungan tribut dengan Dinasti Ming dan Qing. Para pejabat juga meneriakkan 'Cheonse', seruan yang digunakan dalam upacara kuno untuk menunjukkan ketaatan pada kekaisaran lain.
Dua hal itu memiliki konotasi kuat dengan masa ketika Korea tidak sepenuhnya berdaulat, sehingga dianggap tidak cocok untuk drama yang mengangkat dunia fiksi tentang Korea modern dalam sistem monarki konstitusional. Masyarakat Korea pun menyebut tim produksi tidak melakukan riset sejarah dan telah membuka luka lama soal isu kedaulatan dan identitas budaya.
(agn/fik)
Loading ...

10 hours ago
9
















































