Meditasi untuk Ibu Hamil, Dinilai Bantu Redakan Cemas-Bangun Ikatan dengan Janin

10 hours ago 5

Jakarta -

Kehamilan bukan hanya soal menjaga kesehatan fisik, tetapi juga kondisi emosional seorang ibu. Dalam banyak kasus, ibu hamil kerap mengalami perubahan suasana hati, rasa cemas, takut menghadapi persalinan, hingga tekanan mental akibat perubahan hormon selama masa kehamilan. Karena itu, menjaga kesehatan mental kini mulai dianggap sama pentingnya dengan memenuhi asupan nutrisi dan pemeriksaan rutin kandungan.

Belakangan, meditasi menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak dipilih ibu hamil untuk membantu menjaga ketenangan pikiran. Aktivitas ini dipercaya dapat membantu tubuh lebih rileks, mengurangi stres, memperbaiki kualitas tidur, hingga membantu ibu lebih siap menghadapi proses persalinan.

Tak hanya berdampak pada ibu, kondisi emosional selama kehamilan juga diyakini berpengaruh terhadap perkembangan bayi di dalam kandungan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres berlebih pada ibu hamil dapat memengaruhi hormon kortisol yang berkaitan dengan perkembangan saraf dan daya tahan tubuh janin setelah lahir.

Karena itu, banyak praktisi kesehatan mulai mendorong pendekatan holistik selama masa kehamilan, termasuk latihan pernapasan, afirmasi positif, yoga ringan, hingga meditasi mental. Melalui proses relaksasi tersebut, ibu hamil diajak lebih mengenali emosinya, mengurangi ketakutan, sekaligus membangun koneksi batin dengan bayi yang dikandung.


Fenomena meningkatnya kesadaran soal kesehatan mental ibu hamil ini juga terlihat dalam kegiatan meditasi massal bertajuk "TATA HATI - Meditasi Khusus Ibu Hamil" yang digelar di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.300 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan tercatat dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai aksi meditasi kesehatan mental ibu hamil dengan peserta terbanyak di Indonesia.



1.Ketua IBI Provinsi Bali, Dr. Ni Nyoman Budiani, SST, M.Biomed
2.  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes.
3. Triyono ( Senior Manager MURI ) 
4. Bunda Arsaningsih ( Guru Meditasi Pemegang 3 Rekor MURI ) 
5. Adek Dharana ( Ketua Yayasan Cahaya Cinta Kasih ) 
6. dr. Rastho Mahotama ( Chief of RnD SOUL )Dari kiri ke kanan :1.Ketua IBI Provinsi Bali, Dr. Ni Nyoman Budiani, SST, M.Biomed2. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes.3. Triyono ( Senior Manager MURI ) 4. Bunda Arsaningsih ( Guru Meditasi Pemegang 3 Rekor MURI ) 5. Adek Dharana ( Ketua Yayasan Cahaya Cinta Kasih ) 6. dr. Rastho Mahotama ( Chief of RnD SOUL )/ Foto: Dok. Istimewa

Program ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Cahaya Cinta Kasih bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali dalam rangka memperingati HUT IBI ke-75. Acara digelar secara hybrid dan diikuti peserta dari berbagai kota melalui pertemuan daring dan nonton bersama di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dalam sesi meditasi tersebut, peserta diajak melepaskan rasa takut dan kecemasan menjelang persalinan melalui afirmasi positif dan latihan ketenangan batin. Pendekatan yang digunakan dikembangkan dari metode meditasi dan senam maternal yang dipandu Bunda Arsaningsih.

Menurut hasil penelitian yang dipaparkan dalam kegiatan itu, metode tersebut disebut membantu menurunkan tingkat kecemasan ibu menjelang persalinan. Disebutkan pula bahwa sebagian besar peserta penelitian memiliki tingkat kecemasan dan kadar hormon stres yang lebih stabil setelah mengikuti program rutin selama satu bulan.

Bunda Arsaningsih dalam sesi tersebut menyampaikan bahwa masa kehamilan menjadi fase penting dalam pembentukan rasa aman dan kualitas emosi anak di masa depan. Ia meyakini ketenangan dan kebahagiaan ibu selama mengandung dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional bayi sejak dalam kandungan.

Salah satu peserta bernama Ade Sri mengaku merasakan pengalaman emosional mendalam selama mengikuti meditasi tersebut. Perawat asal Denpasar yang tengah menjalani kehamilan pertamanya itu mengatakan dirinya merasa lebih tenang dan lebih siap menghadapi proses persalinan setelah mengikuti sesi meditasi bersama peserta lain dari berbagai daerah.

Meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu hamil menunjukkan bahwa proses kehamilan kini tidak lagi dipandang hanya dari sisi medis semata. Dukungan emosional, ketenangan batin, dan kesiapan mental mulai menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang ibu menyambut kelahiran buah hati.

(dis/kmb)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global