Jakarta -
Drama Korea (drakor) Perfect Crown akan segera berakhir dalam satu episode. Meski rating drakor yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok ini terus meningkat, kritik keras justru kembali datang menghantam.
Kali ini, Perfect Crown mendapatkan kritik keras terkait terminologi kerajaan, detail upacara adat, hingga tudingan melakukan distorsi sejarah. Gelombang kritik ini pun semakin membesar setelah penayangan episode 11 pada Jumat (15/5).
Episode ini sebenarnya menampilkan rangkaian adegan yang sangat emosional, yakni saat Seong Hee Joo (IU) rela mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Yi An (Byeon Woo Seok) sebelum akhirnya sang pangeran naik takhta.
Namun penonton justru tidak membahas kisah romansa kedua karakter utama itu. Diskusi penonton di media sosial justru bergeser pada penggambaran ritual kerajaan yang dinilai keliru.
Kritik pertama menyasar adegan upacara penobatan, yakni saat para pejabat kerajaan terekam meneriakkan kata cheonse, dan bukan mansae.
Korea Times pada Sabtu (16/5) melaporkan sejumlah penonton berpendapat bahwa dalam catatan sejarah, istilah cheonse merupakan ungkapan yang digunakan oleh negara bawahan kepada seorang kaisar.
Oleh karena itu, istilah ini dinilai sangat tidak pantas untuk digunakan dalam konteks monarki konstitusional di abad ke-21 seperti yang ditampilkan dalam Perfect Crown.
Selain alur ritual kerajaan, muncul pula kritikan soal detail mahkota upacara raja yang disebut hanya menampilkan sembilan untaian manik-manik. Padahal, atribut penguasa berdaulat seharusnya memiliki 12 untaian.
Adegan lain yang juga menuai kritikan keras dari penonton adalah momen ketika ibu suri Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) berlutut dan meminta maaf kepada Yi An. Interaksi ini dinilai menyalahi aturan hierarki kerajaan.
Meski drama ini mengambil latar belakang dunia fiksi alternatif dengan konsep monarki konstitusional yang modern, protes soal sederet tradisi kerajaan yang dinilai tidak akurat sudah bermunculan sejak awal penayangan.
Beberapa sejarawan Korea bahkan turut memberikan komentar soal beberapa elemen cerita dalam Perfect Crown yang disebut bertolak belakang dengan adat istiadat era Joseon.
Gelombang protes yang semakin membesar kemudian membuat sejumlah penonton menuntut pernyataan resmi dari pihak produksi, sementara sebagian lainnya telah melayangkan aduan ke lembaga regulator penyiaran Korea.
Meski menuai berbagai kritik keras dari penonton, hal ini tidak menyurutkan popularitas Perfect Crown. Drakor satu ini masih terus berada di puncak daftar drama terpopuler dengan rating lokal yang juga terus meningkat.
Hal ini membuat Perfect Crown menjadi drama Korea yang tetap berhasil meraih popularitas tinggi meski mendapatkan banyak protes dari sebagian penonton.
(asw)
Loading ...

7 hours ago
8

















































