Marak Kasus Hantavirus, Begini Cara Aman Bersihkan Kotoran Tikus di Rumah

16 hours ago 9

Jakarta -

Kasus hantavirus belakangan tengah menjadi perhatian masyarakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Apalagi, dikabarkan di Indonesia sudah tercatat sejumlah kasus hantavirus dalam periode 2024 hingga Mei 2026.

Sekedar informasi, Hantavirus merupakan virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus, dan dapat menyebabkan penyakit serius terhadap manusia. Virus ini bisa menimbulkan masalah pada ginjal, pembuluh darah, hingga paru-paru.

Hantavirus ditularkan ke manusia melalui hewan pengerat liar atau rodensia. Hewan itu membawa virus dalam urine, kotoran dan air liur mereka. Hewan tersebut seperti tikus rumah, tikus got, tikus liar dan celurut.

Maka dari itu, sangat penting membersihkan setiap sudut rumah jika terdapat banyak hewan pengerat seperti tikus. Namun, yang perlu diperhatikan adalah cara membersihkan kotoran tikus di setiap sudut rumah.


Kebanyakan orang akan membersihkan kotoran tikus dengan menyapu lantai begitu saja. Ternyata cara ini sangat tidak disarankan.

Area yang terkena kotoran tikus sebaiknya tidak langsung dibersihkan begitu saja. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum membersihkan kotoran tikus.

World Health Organization (WHO) menyarankan agar area yang terkena kotoran tikus disemprot menggunakan cairan disinfektan hingga benar-benar basah sebelum dibersihkan. Melakukan penyemprotan dengan disinfektan ternyata bukan tanpa alasan.

Kotoran atau urine tikus yang mengering dapat bercampur dengan debu di dalam rumah. Jika kotoran langsung disapu, partikel halus tersebut bisa menyebar ke udara lalu masuk ke saluran pernapasan tanpa disadari.

Maka dari itu U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan World Health Organization (WHO) menyarankan agar area yang terkena urine atau kotoran tikus dibasahi terlebih dahulu menggunakan cairan disinfektan sebelum dibersihkan. Cairan disinfektan dapat membantu membuat partikel halus tidak mudah beterbangan sehingga proses pembersihan menjadi lebih aman.

Tak hanya itu, saat membersihkan kotoran tikus, CDC menyarankan agar menggunakan sarung tangan terlebih dahulu. Hal ini guna menghindari kontak langsung kulit dengan cairan disinfektan atau kotoran tikus.

Disinfektan dapat membantu merusak lapisan luar mikroorganisme seperti virus dan bakteri, sehingga mikroorganisme tersebut menjadi tidak aktif. Maka dari itu, cairan disinfektan digunakan untuk membantu membersihkan permukaan benda yang terkontaminasi virus.

Setelah menyemprot area yang terkena kotoran tikus hingga benar-benar basah menggunakan disinfektan, diamkan beberapa menit sebelum dibersihkan. Hal ini ini penting agar bahan aktif dalam disinfektan dapat bekerja lebih optimal untuk membunuh mikroorganisme.

Jika tidak ada cairan disinfektan, beberapa cairan pembersih lantai dapat dijadikan alternatif untuk membantu membersihkan area yang terkena kotoran tikus. Cairan pembersih lantai umumnya mengandung bahan aktif seperti benzalkonium chloride, pine oil, atau senyawa antiseptik lain yang membantu mengurangi mikroorganisme.

(kpr/kpr)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global