16 Tahun Berlalu, Park Bom Ungkit Lagi Kasus Lama dan Seret Nama Sandara Park

7 hours ago 5

Jakarta -

Nama Park Bom kembali jadi sorotan setelah ia membuat pengakuan mengejutkan terkait kasus yang pernah menimpanya pada 2010. Dalam pernyataan terbarunya, ia mengaku dijadikan kambing hitam untuk melindungi rekan satu grupnya di 2NE1, Sandara Park.

Awal Mula Kasus 2010

Pada 2010, Park Bom diketahui mengimpor sekitar 80 pil Adderall dari Amerika Serikat melalui keluarganya untuk pengobatan Attention Deficit Disorder (ADD). Obat tersebut legal di Amerika Serikat. Namun, di Korea Selatan, kandungan utamanya termasuk obat terlarang jika tidak memiliki izin impor khusus.

Paket tersebut sempat tertahan oleh bea cukai di Incheon dan kasusnya disebut sebagai dugaan penyelundupan obat ilegal. Meski begitu, pihak berwenang akhirnya tidak menuntut secara hukum setelah menerima bukti bahwa obat itu digunakan sesuai resep dokter.


Walau tidak diproses hukum, citra Park Bom sempat merosot tajam. Ia pun memilih hiatus dari dunia hiburan saat itu.

Park Bom Buka Suara Lagi

Setelah 16 tahun berlalu, Park Bom tiba-tiba kembali membahas kontroversi tersebut melalui surat yang diunggah di Instagram. Dalam tulisannya, ia mengaku selama ini memendam banyak hal.

"Aku benar-benar tidak mau membahasnya lagi. Aku takut menyebutkannya lagi di berita akan jadi jalan pintas untuk merusak reputasiku. Saat itu, aku bicara seperti sedang sekarang, tapi sekarang aku mengumpulkan keberanian untuk bicara," tulisnya.

Park Bom kemudian menyebut bahwa kasusnya sengaja dibesar-besarkan untuk menutupi masalah lain. Ia menuding bahwa Sandara Park sebenarnya tertangkap karena penyalahgunaan narkoba, dan situasi itu ditutupi dengan menyeret namanya.

"Sandara Park tertangkap karena penyalahgunaan narkoba dan untuk menutupinya, mereka mengubah obat tersebut menjadi sesuatu yang dilabeli sebagai skandal narkoba dan melibatkanku. Saat itu, belum ada hukum tentang Adderall di negara ini tapi anehnya setelah Park Bom, sebuah hukum dibuat."

Dalam surat yang sama, ia juga menyebut nama agensinya, YG Entertainment, termasuk pendirinya Yang Hyun Suk, produser Teddy Park, serta rekan satu grupnya, CL (Lee Chaerin).

"Kepada warganet, aku dengan tulus meminta kalian untuk menyelidiki fakta sebagaimana adanya. Dan terakhir yang benar-benar aku ingin katakan: YG Entertainment, Yang Hyun Suk, Teddy Park, dan Lee Chaerin tolong jangan laporkan kepada pihak berwenang bahwa Park Bom memakai obat melebihi dosis yang diresepkan, obat yang bahkan belum pernah kalian gunakan sekali pun dalam 30 tahun. Aku menulis ini karena rasanya jiwaku menangis. Terima kasih sudah membaca," pungkas Park Bom.

Bantahan dari Pihak Sandara Park

Tak lama setelah surat itu beredar, perwakilan Sandara Park memberikan tanggapan kepada media The Fact. Mereka membantah tudingan tersebut.

"Tuduhan narkoba yang dilayangkan oleh Park Bom sama sekali tidak benar."

Saat ini, Park Bom telah menghapus surat kontroversial tersebut dari Instagram. Di sisi lain, sejumlah warganet mengaku khawatir dengan kondisi kesehatannya. Belakangan, ia juga sempat menjadi perbincangan karena beberapa kali mengunggah foto editan bersama aktor Lee Min Ho dan menyebut sang aktor sebagai suaminya.

Kini, Park Bom diketahui tengah menjalani masa hiatus dari aktivitas hiburan.

(yoa/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global