5 Mindset Negatif Soal Uang yang Bikin Finansial Susah Naik Level

17 hours ago 4

Jakarta -

Banyak orang merasa kondisi keuangan mereka tidak kunjung berkembang. Gaji terasa stagnan, tabungan sulit bertambah, dan impian finansial tampak jauh dari jangkauan.

Namun menurut pakar keuangan pribadi asal Amerika Serikat, Ramit Sethi, masalahnya sering kali bukan hanya soal besarnya penghasilan, tetapi juga pola pikir tentang uang yang sudah tertanam sejak lama.

Sethi menyebut pola pikir tersebut sebagai "skrip tak terlihat" (invisible scripts), yaitu keyakinan bawah sadar tentang uang yang terbentuk sejak masa kecil dan terus memengaruhi keputusan finansial seseorang hingga dewasa.

"Sebagian besar dari kita tumbuh dengan 'skrip tak terlihat', yaitu keyakinan tentang uang yang kita serap sejak kecil dan tertanam begitu dalam hingga kita tidak menyadarinya," ujar Sethi.


Menurutnya, pola pikir tersebut bisa membuat seseorang tanpa sadar menyabotase peluangnya sendiri untuk menjadi lebih kaya.

Berikut lima mindset negatif soal uang yang sering membuat seseorang sulit naik kelas secara finansial.

1. Menganggap Negosiasi Gaji Itu Menakutkan

Banyak orang merasa tidak nyaman saat harus meminta kenaikan gaji atau menegosiasikan tawaran kerja. Mereka takut dianggap tidak sopan, terlalu agresif, atau terlihat mata duitan.

Padahal, dalam dunia profesional, negosiasi adalah hal yang wajar. Bahkan banyak perusahaan justru mengharapkan kandidat melakukan negosiasi.

Jika seseorang selalu menerima tawaran pertama tanpa negosiasi, dampaknya bisa sangat besar dalam jangka panjang.

Kenaikan gaji yang dinegosiasikan di awal karier dapat berkembang menjadi nilai yang jauh lebih besar seiring waktu.

2. Menganggap Ingin Kaya Itu Serakah

Banyak orang memiliki gambaran negatif tentang orang kaya, seperti arogan atau tidak peduli pada orang lain.

Stereotip ini membuat sebagian orang merasa tidak nyaman jika memiliki keinginan untuk menjadi kaya.

Padahal, menurut Sethi, uang hanyalah alat yang dapat memperluas kemampuan seseorang untuk melakukan hal baik.

"Ya, uang memang mengubah orang. Memang seharusnya begitu. Itu memungkinkan saya untuk menjadi lebih murah hati, lebih berani, dan lebih spontan," jelasnya.

Dengan sumber daya yang lebih besar, seseorang justru bisa membantu keluarga, berdonasi, atau menjalani hidup dengan lebih bermakna.

3. Merasa Utang Terlalu Besar dan Tidak Akan Pernah Lunas

Banyak orang merasa terjebak dalam utang dan berpikir mereka tidak akan pernah bisa keluar dari masalah tersebut.

Namun Sethi menemukan bahwa sebagian besar orang bahkan tidak memiliki rencana kapan utang mereka akan selesai. Tanpa rencana yang jelas, rasa putus asa pun muncul.

Padahal, dengan strategi pembayaran yang terstruktur dan target waktu yang jelas, utang dapat dilunasi secara bertahap.

4. Menganggap Menabung Itu Menyiksa

Nasihat keuangan klasik seperti "berhenti beli kopi setiap hari" sering membuat menabung terasa seperti hukuman.

Jika keuangan hanya berisi larangan, banyak orang akhirnya menyerah.

Sethi justru menyarankan untuk memulai dengan pertanyaan sederhana: seperti apa hidup ideal yang ingin Anda capai?

Ketika tujuan keuangan memiliki makna emosional, seperti traveling, pendidikan anak, atau pensiun dini, menabung akan terasa sebagai strategi untuk mencapai impian, bukan sekadar pengorbanan.

5. Tidak Tahu Harus Mulai dari Mana

Banyak orang merasa kewalahan saat memikirkan keuangan pribadi. Akibatnya, mereka memilih menunda belajar tentang investasi, tabungan, atau perencanaan finansial.

Namun menurut Sethi, menunda justru membuat seseorang kehilangan peluang pertumbuhan finansial yang sangat besar.

"Dalam segala hal dalam hidup, solusinya bukan dengan menutup mata dan mengabaikan masalah," tegasnya.

Memulai dari langkah kecil seperti membaca buku keuangan, mempelajari investasi dasar, atau membuat anggaran sederhana dapat menjadi awal perubahan besar dalam kondisi finansial seseorang.

Pada akhirnya, perjalanan menuju kebebasan finansial tidak hanya bergantung pada jumlah penghasilan, tetapi juga cara seseorang memandang uang.

Mengubah pola pikir negatif menjadi lebih terbuka terhadap peluang finansial dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global