Jakarta -
Hampir dua dekade menjalani hidup sendiri setelah bercerai, Yuni Shara mengaku belum memiliki keinginan kuat untuk kembali menikah.
Bukan karena menutup hati, kakak dari Krisdayanti itu merasa sudah terlalu nyaman menjalani kehidupannya secara mandiri.
Sejak berpisah dengan Henry Siahaan sekitar 18 tahun lalu, Yuni fokus membesarkan kedua putranya, Cavin Obrient Salomo Siahaan dan Cello Obient Siahaan.
Selama bertahun-tahun, ia terbiasa mengambil keputusan sendiri tanpa bergantung pada pasangan.
Yuni mengungkapkan bahwa kenyamanan hidup sendiri menjadi salah satu alasan utama dirinya belum membuka lembaran baru.
"Iya ya kebiasaan sendiri, ambil keputusan sendiri, terlalu nyaman sampai nggak ada keharusan. Karena akan banyak adaptasi (kalau ada orang baru)," kata Yuni di Pagi Pagi Ambyar.
Menurutnya, kehidupan sebagai perempuan lajang selama belasan tahun bukan sesuatu yang direncanakan sejak awal. Namun seiring waktu, rutinitas tersebut menjadi bagian dari kehidupannya.
Di balik kenyamanan itu, ada satu sosok yang diam-diam berharap Yuni kembali memiliki pendamping hidup, yakni sang ibu, Rachma Widadiningsih.
Yuni mengaku bisa merasakan keinginan tersebut meski ibunya kini mengalami stroke dan kesulitan berbicara dengan jelas.
"Kalau mama, ya namanya seorang ibu, kalau lihat anaknya sendiri, kerja sendiri, sakit sendiri, mungkin ada tersirat tapi tak terucap," ujarnya.
Yuni menceritakan bahwa ibunya kerap menunjukkan perhatian lewat sentuhan dan doa.
Momen itu membuatnya memahami kekhawatiran seorang ibu yang ingin melihat anaknya memiliki seseorang untuk berbagi beban hidup.
"Kadang aku bilang, 'Mah doain', dia elus-elus aja, mungkin dipikiran orangtua kalau ada partner nggak mikir sendirian," tuturnya.
Selama ini, Yuni dikenal sebagai sosok perempuan mandiri yang sukses membesarkan kedua anaknya seorang diri.
Karena itu, tak sedikit orang menilai kemandirian tersebut membuat para pria merasa segan untuk mendekatinya.
Meski demikian, Yuni mengaku tidak mengetahui pasti apakah hal itu menjadi alasan dirinya jarang didekati laki-laki.
Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya lebih membutuhkan teman berbagi cerita dibanding harus buru-buru mencari pasangan hidup.
"Nggak tahu (laki-laki segan), kadang aku cuma butuh teman ngobrol, nggak harus berteman tujuannya kesana-kemari (menikah)," katanya.
Yuni juga mengungkapkan bahwa beberapa sahabat sempat berusaha mengenalkannya dengan pria lain.
Namun hingga kini, ia belum menemukan kecocokan yang membuatnya ingin melangkah ke hubungan yang lebih serius.
"Nggak tahu juga segan atau gimana, nggak seberani itu, nggak ada connection, intention ke sana, makanya aku 18 tahun sendiri," lanjutnya.
Menariknya, jika sang ibu berharap Yuni menikah lagi, kedua putranya justru pernah menunjukkan sikap sebaliknya.
Pada masa-masa awal setelah perceraian, mereka sempat tidak nyaman dengan kemungkinan hadirnya sosok baru dalam kehidupan keluarga kecil mereka.
Namun seiring bertambahnya usia dan melihat sang ibu menjalani semuanya sendiri, pandangan kedua anak Yuni mulai berubah.
Kini mereka tidak lagi melarang, bahkan bersedia memberikan penilaian jika ada pria yang mendekati ibunya.
"Anak saya kurang berkenan dengan hadirnya orang lain di samping saya," ungkap Yuni.
"Tapi sempat bilang, 'Bunda, kita nggak pernah larang ya' tapi waktu itu pernah mereka larang (punya pasangan lagi). Tapi kalau ada yang mau dikenalin, anak-anak yang observe, Bun kayaknya jangan sama yang itu deh," ujar Yuni menirukan perkataan putranya.
Meski telah 18 tahun menjalani hidup tanpa pasangan, Yuni Shara tampaknya tidak menutup kemungkinan untuk kembali membuka hati.
Hanya saja, hingga saat ini ia belum menemukan sosok yang mampu menghadirkan koneksi dan kenyamanan yang benar-benar ia cari.
(ikh/fik)
Loading ...

5 hours ago
11

















































