Buku-buku untuk Lebih Mengenal RA Kartini

7 hours ago 7

1. Seri Tempo Kartini 2022

Buku tentang KartiniBuku tentang Kartini/ Foto: dok. Gramedia

Buku Seri Tempo Kartini 2022: Gelap-Terang Hidup Kartini merupakan karya Tim Redaksi Tempo yang diterbitkan KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). Buku ini menjadi bagian dari seri Perempuan-Perempuan Perkasa, yang mengangkat tokoh-tokoh perempuan penting dalam sejarah Indonesia.

Lewat gaya penulisan khas jurnalistik, buku ini menyajikan sosok Kartini secara lebih utuh. Bukan hanya sebagai simbol emansipasi, tetapi juga perempuan muda yang hidup di tengah tekanan tradisi, aturan keluarga bangsawan, dan pergulatan batin antara modernitas serta adat.

Buku ini menarik dibaca karena menampilkan Kartini sebagai manusia biasa dengan kegelisahan, keberanian, dan pemikiran yang tajam. Pembaca bisa melihat sisi Kartini yang lebih dekat dan nyata, jauh dari gambaran tokoh sejarah yang terasa kaku.

2. Celoteh R.A Kartini: 232 Ujaran Bijak Sang Pejuang Emansipasi - Ahmad Nurcholish

Buku tentang KartiniBuku tentang Kartini/ Foto: dok. Gramedia

Bagi yang ingin mengenal pemikiran Kartini lewat kutipan-kutipan singkat, buku Celoteh R.A. Kartini: 232 Ujaran Bijak Sang Pejuang Emansipasi karya Ahmad Nurcholish bisa menjadi pilihan menarik. Buku ini terbit pada 2018 dan memuat banyak pernyataan Kartini yang masih relevan hingga sekarang.

Isi buku ini merangkum pandangan Kartini soal pendidikan perempuan, kesetaraan gender, kebebasan berpikir, hingga kritik terhadap kebiasaan lama yang mengekang perempuan pada masanya. Banyak kutipan dalam buku ini menunjukkan betapa maju cara berpikir Kartini jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dengan format yang ringan dan mudah dibaca, buku ini cocok untuk yang ingin memahami gagasan Kartini tanpa harus membaca naskah panjang. Dari setiap kutipan, terlihat jelas bahwa Kartini percaya perempuan bisa berkembang lewat ilmu dan karya.

3. Panggil Aku Kartini Saja - Pramoedya Ananta Toer

Buku tentang KartiniBuku tentang Kartini/ Foto: dok. Gramedia

Sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer juga pernah menulis buku tentang Kartini berjudul Panggil Aku Kartini Saja. Buku ini pertama kali terbit pada 1962 dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu karya penting tentang Kartini.

Judul buku ini diambil dari sikap Kartini yang tak ingin terlalu diagungkan lewat gelar kebangsawanan. Ia lebih memilih dipanggil Kartini saja. Sikap itu memperlihatkan pandangannya tentang kesetaraan dan penolakan terhadap jarak sosial yang dibentuk status.

Pramoedya menulis Kartini sebagai sosok intelektual yang berani melawan struktur sosial kolonial dan adat feodal. Dalam buku ini, Kartini tampil bukan sekadar tokoh perempuan, tetapi pemikir besar yang menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju kebebasan.

4. Door Duisternis tot Licht: Habis Gelap, Terbitlah Terang - J.H. Abendanon

Buku tentang KartiniBuku tentang Kartini/ Foto: dok. Gramedia

Jika ingin membaca suara asli Kartini, maka Door Duisternis tot Licht atau Habis Gelap, Terbitlah Terang wajib masuk daftar baca. Buku ini pertama kali diterbitkan pada 1911 oleh J.H. Abendanon, Menteri Pendidikan, Agama, dan Industri Hindia Belanda saat itu, yang mengumpulkan surat-surat Kartini kepada sahabatnya di Eropa.

Lewat surat-surat tersebut, Kartini bicara tentang kehidupan perempuan Jawa, keterbatasan adat, keinginan untuk sekolah, hingga harapan tentang masa depan bangsanya. Pemikiran yang tertulis di dalamnya terasa sangat maju untuk konteks zamannya.

Buku ini menjadi karya paling ikonik dari Kartini dan terus dicetak ulang dalam berbagai bahasa. Dari sinilah banyak orang mengenal kalimat legendaris 'Habis Gelap Terbitlah Terang' yang menjadi simbol harapan dan kebangkitan.

5. Kartini: Surat-Surat Lengkap dan Berbagai Catatan 1898-1904 - Joost Cote

Buku tentang KartiniBuku tentang Kartini/ Foto: dok. Gramedia

Buku Kartini: Surat-Surat Lengkap dan Berbagai Catatan 1898-1904 karya Joost Cote cocok bagi yang ingin membaca Kartini secara lebih mendalam dan akademis. Buku ini menghadirkan kumpulan korespondensi Kartini dalam versi yang lebih lengkap dan mendekati naskah asli.

Di dalamnya terdapat 141 surat, sejumlah cerita pendek, artikel, serta tulisan lain yang memperlihatkan keluasan wawasan Kartini. Surat-surat kepada Rosa Abendanon dan sahabat-sahabat Belandanya menjadi bagian penting karena banyak memuat keresahan pribadi sekaligus gagasan sosial.

Melalui buku ini, Kartini terlihat sebagai perempuan yang sangat sadar akan kondisi bangsanya. Ia membahas pendidikan, ketidakadilan gender, tradisi pingitan, hingga cita-cita kemajuan masyarakat pribumi. Bacaan ini sangat berharga untuk memahami Kartini tanpa banyak tafsir tambahan.

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global