Bulan Zulhijah Disebut Mulia, Ternyata Ini Alasannya Menurut Islam

3 hours ago 4

Jakarta -

Dalam penanggalan kalender Hijriah, bulan Zulhijah merupakan bulan ke-12 atau bulan terakhir. Periode ini biasanya identik dengan hari raya Iduladha serta persiapan ibadah kurban yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Muslim setiap tahunnya.

Di balik kemeriahan tradisi tahunan tersebut, bulan Zulhijah ternyata menyimpan banyak keistimewaan. Tak heran, bulan ini pun termasuk dalam salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah Swt. Maka dari itu, umat muslim pada periode ini dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik serta ibadah demi meraih keberkahan bulan Zulhijah.

Melalui artikel ini, mari kita ulas lebih dalam hal apa saja yang membuat bulan Zulhijah begitu mulia dan penuh dengan keberkahan.

Termasuk dalam Empat Bulan Mulia

Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. dalam kalender Hijriah, bersama dengan bulan Zulkaidah, Muharam, dan Rajab. Di bulan-bulan suci ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan karena pahala yang didapat akan berlipat ganda, khususnya pada 10 hari pertama.


Hal ini tercantum dalam hadis berikut:

"Tidak ada hari di mana amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amalan yang dilakukan pada 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: 'Tidak pula ditandingi dengan jihad fi sabilillah?' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: 'Jihad fi sabilillah juga tidak, kecuali jika orang tersebut keluar berjihad lalu sesuatu membahayakan diri dan hartanya lantas kembali dalam keadaan tidak membawa apa pun."(HR. Bukhari:969)

Musim Haji

Bulan Zulhijah sendiri dinamakan demikian karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji. Secara bahasa, Zulhijah memiliki arti "pemilik haji" atau "bulan haji".

Pada bulan ini, seluruh umat Muslim dari berbagai belahan dunia akan berbondong-bondong ke tanah suci Mekah untuk menunaikan rangkaian ibadah haji sebagai bentuk pelaksanaan rukun Islam kelima.

Hari Raya Iduladha dan Ibadah Kurban

Puncak bulan Zulhijah ditandai dengan perayaan hari raya Iduladha pada tanggal 10 Zulhijah. Pada hari ini, umat Muslim akan melaksanakan salat Id secara berjamaah dan dilanjut dengan prosesi penyembelihan hewan kurban.

Ibadah kurban merupakan amalan utama di hari raya Iduladha. Setelah hewan kurban disembelih, daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, Iduladha menjadi momen yang sarat akan nilai kepedulian sosial serta kebersamaan antarumat Muslim.

Hari Arafah

Pada tanggal 9 Zulhijah, terdapat hari penting yang disebut sebagai Hari Arafah, yaitu hari ketika para jemaah haji melakukan wakaf di Padang Arafah

Sementara bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, hari ini menjadi kesempatan untuk meraih keberkahan melalui Puasa Arafah. Ibadah ini memiliki keutamaan luar biasa, yakni penghapusan dosa selama dua tahun.

Bulan yang Diharamkan untuk Berperang

Sebagai salah satu bulan mulia, Allah Swt. mengharamkan umat Muslim untuk melakukan perang serta perbuatan maksiat lainnya. Hal ini tertuang dalam Surat At-Taubah ayat 36 yang memiliki arti sebagai berikut:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

(Astrid Riyani Atmaja/dia)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global