Jakarta -
Mbah Mijan membagikan kisah perjalanan spiritualnya yang cukup mengejutkan. Ia mengaku pernah memiliki sebuah jimat gaib yang disimpan di dalam tubuhnya sejak muda.
Jimat tersebut dipercaya memberi kekuatan supranatural. Namun di balik itu, ada konsekuensi besar yang harus dibayar, yakni kehilangan garis keturunan.
Menurut pengakuannya, jimat itu berukuran kecil seperti biji merica berwarna merah. Jimat tersebut diperoleh setelah menjalani tirakat khusus atas mandat dari sang kakek.
Mbah Mijan menuturkan bahwa sebelum mengambil jimat tersebut, ia harus melakukan tirakat mutih selama tiga hari, hanya mengonsumsi nasi putih dan air putih.
Setelah itu, ia pergi ke sebuah pantai yang telah ditentukan. Di lokasi tersebut, ia mengalami kejadian yang menurutnya di luar nalar.
"Yang tadinya gelap berubah jadi seperti klise, kuning-kuning dan terang. Lalu muncul benda kecil seperti biji merica dengan cahaya yang sangat tebal," ujar Mbah Mijan dalam YouTube Feni Rose Official.
Ia juga mengaku mendengar suara yang menyampaikan pesan tentang jimat tersebut.
"Di balik warna merah, ada suara: Ini jatahmu, kamu akan sakti mandraguna, tapi kamu akan kehilangan garis keturunan. Saya ambil, saya tanya taronya di mana, 'ditelan saja' katanya, saya telan," bebernya.
Sejak saat itu, Mbah Mijan merasakan perubahan besar dalam kemampuannya. Ia menyebut jimat tersebut seperti 'booster' atau baterai tambahan yang membuat kemampuan penerawangan dan penglihatannya semakin tajam. Kariernya di dunia supranatural pun semakin dikenal.
Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai mempertanyakan jalan yang ditempuhnya. Saat mempelajari ilmu yang sering disebut sebagai ilmu nujum, ia menemukan praktik yang menggabungkan ayat Al-Qur'an dengan mantra-mantra Jawa. Hal itu membuatnya berpikir ulang.
"Terus saya berpikir, kenapa harus menggunakan gabungan, sementara di Islam, Al-Qur'an itu paling tinggi, kenapa harus ada kombinasi, meletakan Kitab Suci di level yang sejajar dengan culture," kata Mbah Mijan
"Saya kemudian sadar, mending saya ambil Qur'an nya saja deh, tiba-tiba ada dorongan itu," lanjutnya.
Mbah Mijan kemudian membaca arti dari seluruh isi Al-Quran hanya dalam 18 jam. Momen itulah yang membuat Mbah Mijan terpikir untuk meninggalkan dunia supranatural.
Di tengah perjalanan spiritual tersebut, ia baru menyadari bahwa selama hampir 10 tahun pernikahan, dirinya dan sang istri belum juga dikaruniai anak.
Pada 2018, pasangan ini memutuskan menjalani program hamil. Mereka berkonsultasi dengan dokter dan menjalani berbagai pemeriksaan. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas sperma Mbah Mijan kurang baik.
Setelah setahun menjalani program hamil secara medis tanpa hasil, mereka mencoba program bayi tabung di sebuah rumah sakit di Jakarta pada 2019. Namun, upaya itu juga belum berhasil.
Kegagalan tersebut membuatnya sangat terpukul. Di tengah kekecewaan itu, Mbah Mijan tiba-tiba teringat pada pesan yang pernah ia dengar saat pertama kali mendapatkan jimat: ia akan menjadi sakti, tetapi kehilangan garis keturunan.
Dari situ ia mulai berpikir bahwa mungkin sudah waktunya melepaskan jimat tersebut.
Untuk mengeluarkannya, ia kembali menjalani tirakat mutih selama tiga hari. Setelah itu, ia pergi ke pantai yang sama tempat pertama kali mendapatkan jimat tersebut.
"Melepasnya harus ada tirakat mutih tiga hari. Di pantai yang sama, saya keluarkan, saya ngobrol (dengan sosok gaib), tapi ga ada balasan, cuma ada hawa dingin, anyep, dan saya buang saja ke laut," tuturnya.
Setelah melepas jimat tersebut, ia mengaku merasakan kelegaan sekaligus kehilangan rasa percaya diri. Selama ini, jimat itu dianggap sebagai sumber kekuatan yang membuatnya yakin saat bertemu orang-orang yang datang meminta bantuan.
"Dari situ ada lega, tapi kayak ini kan booster-ku ya, sudah kayak kehilangan kepercayaan diri, sudah nggak pede ketemu pasien. Attachment terhadap merica ini sangat tinggi," ungkapnya.
Namun tak lama setelah keputusan itu diambil, kabar yang dinantikan akhirnya datang.
"Setelah dilepas, barakallah masya Allah, istri hamil," pungkasnya.
Mbah Mijan dan istri akhirnya dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Banyu Mili Jiwana yang lahir pada Juli 2023.
(KHS/KHS)
Loading ...

6 hours ago
3
















































