Cerita Mimpi Meninggal, Mpok Atiek: Gue Udah Punya Bekal Apa Buat Mati?

2 hours ago 1

Jakarta -

Memasuki usia 70 tahun, Atiek Riwayati justru tidak berbicara soal pencapaian karier atau kebahagiaan materi.

Di balik sosoknya yang selalu mengundang tawa, tersimpan pengalaman spiritual yang begitu mengguncang hingga membuatnya mempertanyakan satu hal paling mendasar dalam hidup: kesiapan menghadapi kematian.

Pengalaman itu datang lewat mimpi yang terasa sangat nyata. Dalam cerita yang ia bagikan, Mpok Atiek seolah menyaksikan sendiri akhir hidupnya-bukan dari sudut pandang biasa, melainkan sebagai "penonton" atas tubuhnya sendiri yang telah terbujur kaku di rumah.

"Mimpinya meninggal, Emak ada di tengah-tengah rumah, pakai kasur, terus Emaknya terbaring di situ, diselimutin pakai kain batik, udah ditutup pakai kain jarik," ungkap Mpok Atiek di Trans TV, Senin (20/4).


Suasana dalam mimpi itu terasa begitu detail dan menggetarkan. Ia tidak hanya melihat tubuhnya terbaring, tetapi juga menyaksikan langsung proses pemulasaraan jenazah-sebuah pengalaman yang membuatnya merinding bahkan setelah terbangun.

"Emaknya ada di atas melihat proses itu. Proses mandiin, proses kain kafanin, Emaknya melihat gitu. Begitu bangun, masyaallah kalau itu terjadi beneran, gue udah punya bekal apa buat mati?" ujarnya.

Mimpi tersebut bukan sekadar bunga tidur. Bagi Mpok Atiek, itu adalah tamparan keras yang menyadarkannya bahwa selama ini ia terlalu larut dalam urusan duniawi.

Di titik usia yang ia sebut sebagai sisa antrean, muncul refleksi mendalam tentang makna hidup yang sesungguhnya.

Ia pun mulai mempertanyakan prioritas hidupnya selama ini-tentang apa yang benar-benar akan dibawa ketika semuanya berakhir.

"Kenapa asyik-asyik ngejar dunia aja, sementara dunia tidak kita bawa. Jadi terpikir di situ, titik baliknya di situ," tegasnya.

Pengakuan jujur Mpok Atiek ini memperlihatkan sisi lain dari seorang publik figur yang selama ini dikenal ceria.

Di balik tawa yang ia suguhkan di layar kaca, ada proses perenungan yang dalam-tentang hidup, kematian, dan bekal yang sering kali terlupakan.

Kini, bukan lagi soal panggung atau popularitas, tetapi tentang bagaimana ia ingin menata ulang hidupnya.

Sebuah fase yang mungkin tidak mudah, tetapi terasa semakin penting seiring waktu yang terus berjalan.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global