China Perkenalkan Aktor Berbasis AI, Picu Kontroversi di Industri Hiburan

4 hours ago 1

Jakarta -

Industri hiburan China mulai memperkenalkan aktor-aktor berbasis kecerdasan buatan alias AI (artificial intelligence). Salah satu perusahaan yang menampilkan pemeran AI adalah Youhug Media.

Pada Rabu (25/3), akun Weibo resmi Youhug Media membagikan sebuah unggahan yang memperkenalkan dua pemeran AI, yakni Qin Lingyue, karakter pria, dan Lin Xiyan, karakter wanita. 

Unggahan tersebut menggambarkan mereka sebagai gelombang pertama bintang digital AI yang telah terikat kontrak.

Dalam sebuah video, kedua pemeran AI tersebut mengatakan bahwa mereka telah membuka akun media sosial dan akan muncul dalamerial drama produksi Artificial Intelligence-Generated Content (AIGC) milik perusahaan tersebut.


Selain itu, iQIYI, salah satu platform streaming terbesar di China, juga berencana untuk memproduksi film blockbuster komersial yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Melansir Global Times, pendiri iQIYI mengatakan proyek tersebut akan diproduksi paling cepat mulai tahun ini.

Meski langkah ini terlihat seperti inovasi dan perkembangan di industri hiburan, tapi kemunculan aktor berbasis AI memicu kontroversi di kalangan masyarakat. Banyak yang mengkhawatirkan pelanggaran hak cipta, etika industri, dan kelangsungan hidup aktor manusia.

Sejumlah warganet bahkan menilai aktor-aktor yang dikenalkan oleh Youhug Media tampak mirip dengan aktor sungguhan.

Dalam prosesnya, pembuatan aktor AI diketahui menggunakan dan mengolah data yang sudah ada untuk menciptakan visual baru yang realistis. AI akan mempelajari pola visual dan gerakan dari rekaman asli untuk meningkatkan resolusi.

Meski begitu, ada perusahaan media yang justru sengaja mengundang aktor untuk mengizinkan kemiripan visual dan suara pribadi mereka untuk dibuat menjadi versi digital (AI) yang nantinya akan muncul dalam drama pendek. Sang aktor akan menerima biaya di muka dan berbagi pendapatan setelah serial tersebut ditayangkan, seperti yang diberitakan The Beijing News.

Namun, langkah itu juga masih berpotensi menimbulkan risiko pelanggaran hak pribadi. Menurut seorang pengacara dari firma hukum Beijing Yongqin, sistem otorisasi di China tentang aktor dan konten AI masih belum jelas mengenai ruang lingkup, batasan penggunaan, dan standar kompensasi.

(KHS/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global