Jakarta -
Pengalaman pergi ke luar angkasa memang terdengar luar biasa. Tapi di balik momen bersejarah itu, ada efek tak terduga yang harus dihadapi saat kembali ke Bumi, bahkan untuk hal sesederhana berjalan lurus.
Hal ini diungkap langsung oleh astronaut Christina Koch usai menjalani misi Artemis II yang mengelilingi sisi jauh Bulan. Setelah 10 hari berada di lingkungan tanpa gravitasi, tubuhnya ternyata butuh waktu untuk belajar ulang hidup normal di Bumi.
Lewat unggahan terbarunya, Koch menunjukkan kondisi tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih. Bahkan satu minggu setelah kembali, ia masih terlihat kesulitan berdiri tegak dan berjalan lurus.
"Ketika manusia hidup di mikrogravitasi, sistem dalam tubuh kita yang memberi tahu otak bagaimana kita bergerak, yaitu organ vestibular, tidak bekerja dengan benar," jelas Koch.
Sistem vestibular sendiri adalah bagian penting dalam tubuh yang mengatur keseimbangan dan orientasi. Saat berada di luar angkasa, sistem ini kehilangan fungsi normalnya karena tidak ada gravitasi.
Selama di luar angkasa, otak ternyata beradaptasi dengan cara yang cukup ekstrem-mengabaikan sinyal dari sistem keseimbangan. Akibatnya, saat kembali ke Bumi, tubuh justru kebingungan.
"Kita jadi sangat bergantung pada mata untuk memahami posisi tubuh. Jalan lurus sambil menutup mata bisa jadi tantangan besar!" ungkapnya.
Artinya, sesuatu yang selama ini otomatis-seperti menjaga keseimbangan-harus dipelajari ulang dari awal.
Meski para astronaut rutin berolahraga sekitar 30 menit setiap hari selama di kapsul, efek mikrogravitasi tetap tidak bisa dihindari sepenuhnya.
Koch bahkan sempat bercanda soal kondisi tubuhnya setelah kembali.
"Sepertinya aku harus menunggu cukup lama sebelum bisa surfing lagi," ujarnya ringan.
Di balik tantangan tersebut, pengalaman ini justru jadi harta karun bagi dunia medis dan sains.
Penelitian tentang efek mikrogravitasi bisa membantu memahami berbagai gangguan di Bumi, seperti vertigo, gegar otak, hingga gangguan sistem keseimbangan (neuro-vestibular).
"Memahami hal ini bisa membantu kita dalam menangani kondisi tersebut di Bumi," jelas Koch.
Kabar baiknya, proses adaptasi tubuh berjalan sesuai harapan. Dalam waktu sekitar tujuh hari, kondisi Koch mulai membaik dan tubuhnya perlahan kembali normal.
Kisah ini jadi pengingat bahwa pergi ke luar angkasa memang luar biasa, tapi kembali ke Bumi ternyata juga butuh perjuangan yang gak kalah besar. Bahkan, untuk sekadar berjalan lurus.
(ikh/ikh)
Loading ...

2 hours ago
1

















































