Jakarta -
Avenged Sevenfold, dipastikan akan kembali menyapa penggemar di Indonesia lewat konser besar yang dijanjikan akan berbeda dari sebelumnya.
Kabar ini diumumkan langsung oleh Ravel Entertainment dalam konferensi pers yang digelar di Shamrock Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (31/3).
Dalam kesempatan tersebut, promotor yang dikenal aktif menghadirkan musisi internasional ini mengonfirmasi bahwa Avenged Sevenfold akan tampil di Jakarta International Stadium (JIS) pada 10 Oktober 2026.
Buat fans Avenged Sevenfold, nonton konser A7X itu selalu jadi pengalaman yang ditunggu-tunggu. Tapi di balik setlist yang penuh hits seperti Nightmare atau Bat Country, ada deretan lagu yang justru hampir hilang dari panggung.
Bukan karena jelek-justru banyak yang underrated banget. Tapi berbagai alasan, mulai dari teknis sampai emosi personal, bikin lagu-lagu ini jarang (bahkan hampir tidak pernah) dibawakan live.
Lagu Era Awal yang Ditinggalkan
- Shattered By Broken Dreams (Album Sounding the Seventh Trumpet, 2001)
Sebagai lagu panjang dan emosional di album debut, track ini hampir nggak pernah muncul di setlist modern A7X. Sound yang masih sangat raw dan jauh dari gaya mereka sekarang jadi salah satu alasannya. - Radiant Eclipse (Album Waking the Fallen, 2003)
Meski album ini cukup sering dikenang fans, lagu ini termasuk yang jarang disentuh. Struktur lagu yang kompleks dan scream dominan bikin sulit dibawakan dalam format konser sekarang.
Lagu Eksperimental yang Sulit Dibawa Live
- Lagu Brompton Cocktail (Album Avenged Sevenfold, 2007)
Secara lirik dan aransemen, lagu ini unik banget. Tapi justru karena itu, jarang masuk setlist. Sound-nya terlalu spesifik dan atmosfernya sulit direplikasi di panggung besar. - Lagu Lost (Album Avenged Sevenfold, 2007)
Ini salah satu lagu paling 'aneh' di katalog A7X karena pakai efek autotune berat. Secara teknis, cukup tricky kalau mau dibawakan live tanpa kehilangan feel aslinya.
Lagu Emosional yang Sensitif
- Fiction (Album Nightmare, 2010)
Lagu ini punya makna sangat dalam karena ditulis oleh The Rev sebelum meninggal. Karena nilai emosionalnya tinggi, band hampir tidak pernah membawakannya secara live. - Danger Line (Album Nightmare, 2010)
Meski powerful, lagu ini jarang dimainkan karena tema dan dinamika emosinya yang berat, terutama di bagian ending.
Era Modern: Terlalu Kompleks untuk Panggung
- Simulation - (Album The Stage, 2016)
Dengan perubahan tempo dan gaya yang ekstrem dalam satu lagu, track ini jadi salah satu yang paling sulit dibawakan live. - Fermi Paradox - (Album The Stage, 2016)
Lagu ini punya struktur progresif yang panjang dan kompleks. Butuh setup khusus agar bisa terasa maksimal di konser.
Era Eksperimental Total
- G / Ordinary / Death - (Album Life Is But a Dream..., 2023)
Trilogi ini sering disebut sebagai karya paling eksperimental A7X. Dengan nuansa jazz, theatrical, dan avant-garde, lagu-lagu ini hampir mustahil masuk setlist konser metal konvensional.
Menariknya, justru lagu-lagu ini sering jadi bahan diskusi di kalangan fans hardcore. Banyak yang berharap A7X suatu saat bikin konser spesial atau deep cuts setlist yang mengangkat lagu-lagu terlupakan ini.
Karena di balik jarangnya dimainkan, lagu-lagu ini menyimpan sisi lain dari Avenged Sevenfold yang lebih berani, lebih personal, dan kadang jauh lebih jujur.
Kalau kalian fans A7X, pertanyaannya sekarang, kalau nanti mereka konser di JIS pada 10 Oktober 2026 dan akan khusus menyanyikan lagu-lagu langka, lagu mana yang paling pengen kalian dengar live?
(ikh/fik)
Loading ...

7 hours ago
5

















































