Diminta Jaminan Rp339 Juta, Atlet Angkat Berat Wahyu Surya Gagal Tanding di Lithuania

4 hours ago 2

Jakarta -

Atlet angkat berat asal Bali, I Gede Wahyu Surya Wiguna, harus menelan kenyataan pahit gagal tampil di ajang kejuaraan dunia di The 2026 IPF World Classic Open Championships yang digelar di Druskininkai, Lithuania meski sudah memiliki persiapan yang matang.

Kegagalan ini tak dialami Wahyu perkara cedera atau performa yang kurang maksimal, tetapi persoalan administrasi yang memicu polemik besar.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Wahyu mengungkap kekecewaannya karena gagal berangkat tanding setelah permintaan surat rekomendasi dari federasi ditolak.

"Kalah sebelum berperang. Gagal tanding di kejuaraan Lithuania. Tidak mendapatkan surat rekomendasi," tulisnya dalam unggahan Instagram. 


Lebih lanjut, Wahyu mengaku diminta menyediakan dana jaminan sebesar Rp339 juta sebagai syarat untuk bisa berangkat ke kejuaraan tersebut.

Nominal fantastis itu dinilai sangat memberatkan, apalagi bagi atlet yang berjuang secara mandiri.

"Pengurus meminta dana jaminan $20.000 atau Rp339 juta. Uang sebanyak itu dari mana?" keluhnya. 

Dijelaskan bahwa dana tersebut disebut sebagai jaminan apabila terjadi pelanggaran, termasuk kemungkinan sanksi atau denda selama kompetisi berlangsung. Jika tidak ada pelanggaran, uang itu diklaim akan dikembalikan. 

Menanggapi polemik tersebut, pihak Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) memberikan klarifikasi.

Sekretaris Umum PABERSI Buleleng, I Ketut Widhi Sandiada, menegaskan bahwa dana ratusan juta itu bukan pungutan liar, melainkan dana titipan untuk kebutuhan tes doping. 

Dana tersebut disiapkan sebagai antisipasi jika atlet terkena sanksi dari badan antidoping dunia (WADA) dan menjelaskan bahwa tidak ada pelanggaran, maka uang akan dikembalikan sepenuhnya.

Selain itu, keputusan utama tetap berada di Pengurus Besar (PB) PABERSI, yang diketahui tidak memberikan rekomendasi kepada empat atlet Indonesia, termasuk Wahyu Surya. 

Setelah unggahannya viral dan menuai banyak reaksi publik, Wahyu akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku unggahan sebelumnya dipengaruhi emosi karena gagal berangkat.

Ia juga mulai memahami bahwa keputusan federasi tidak semata soal uang, tapi ada pertimbangan lain di tingkat pusat.

"Saya akan latihan lebih keras lagi, saya akan buktikan di 2027," pungkasnya.

(dis/and)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global