Erika Carlina Ungkap Andrew Punya DNA Trauma, Akan Dibawa ke Psikolog Saat 13 Tahun

5 hours ago 5

Jakarta -

Erika Carlina membagikan cerita yang cukup menyentuh soal kondisi emosional putranya, Andrew.

Dalam perbincangannya bersama Denny Sumargo di YouTube, Erika mengaku mendapat peringatan mengenai kemungkinan sang anak mengalami apa yang disebut sebagai DNA trauma.

"Ada satu orang yang ketemu sama gue, melihat Andrew tuh bilang katanya ada DNA trauma," ujar Erika Carlina.

Menurut Erika, orang tersebut menjelaskan bahwa kondisi emosional seorang ibu selama masa kehamilan dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak.


Tekanan batin, stres, dan kesedihan yang dialami ibu disebut bisa berdampak pada karakter sang anak di kemudian hari.

"Itu akan masuk ke DNA bayinya," kata Erika.

Pengakuan tersebut membuat Erika semakin khawatir karena ia memang mengalami masa kehamilan yang penuh tekanan.

Mulai dari kehamilan di luar nikah, konflik dengan DJ Panda, hingga rasa takut menghadapi penilaian publik, semuanya sempat membebani mentalnya saat mengandung Andrew.

Erika takut semua rasa sedih dan beban emosional yang pernah ia rasakan nantinya ikut dipikul oleh putranya.

"Jadi kayak apa yang gue rasakan, itu menjadi tanggung jawab dia," jelasnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa anak dengan kondisi emosional seperti itu cenderung merasa harus menyelesaikan masalah orang-orang di sekitarnya, bahkan sampai mengorbankan dirinya sendiri.

"Dan dia akan memecahkan semua masalah itu. Pokoknya masalah lu masalah gue," lanjut Erika.

Kondisi tersebut dikhawatirkan bisa membuat Andrew tumbuh menjadi pribadi yang terlalu memendam beban emosional hingga akhirnya kelelahan secara mental.

"Sampai dia hancur sendiri, dan itu enggak baik untuk kesehatan mentalnya," ungkap Erika.

Karena itulah, Erika mengaku disarankan untuk membawa Andrew berkonsultasi dengan psikolog saat memasuki usia 13 tahun.

Tujuannya agar sang anak belajar memahami batas emosional dan tidak terus-menerus memikul kebahagiaan orang lain di pundaknya sendiri.

"Kemudian seseorang ini bilang, gue harus bawa Andrew ke psikolog nanti ketika umur 13 tahun," ucap Erika.

Melalui bantuan profesional, Erika berharap Andrew bisa tumbuh menjadi pribadi yang mampu mencintai dirinya sendiri dan mencari kebahagiaan tanpa merasa harus selalu menyenangkan semua orang.

"Cari kebahagiaan kamu sendiri. Jangan bahagiain orang-orang sekitar kamu terus," tutup Erika menirukan nasihat yang ia terima.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global