Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?, Kisah Pilu Korban Fatherless

7 hours ago 5

Jakarta -

Spoiler alert.

Dunia perfilman Indonesia kehadiran film baru yang berjudul Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?.

Film ini digarap berdasarkan buku best seller karya Khoirul Trian dengan judul yang sama. Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? perdana tayang pada hari ini, 9 April 2026.

Berdurasi 1 jam 43 menit, Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? disutradarai oleh Kuntz Agus. Ia menggaet banyak artis ternama Indonesia mulai dari Mawar de Jongh, Rey Bong hingga Dwi Sasono. Berikut detail informasi hingga review dari film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?.


Pemeran

  • Mawar De Jongh sebagai Dira
  • Rey Bong sebagai Darin
  • Dwi Sasono sebagai Yudi, ayah Dira dan Darin
  • Unique Priscilla sebagai Lia, ibu Dira dan Darin
  • Baskara Mahendra sebagai Bumi, kekasih Dira
  • Kiara McKenna sebagai Nesya, sahabat Dira
  • Dinda Kanya Dewi sebagai Anita, teman Yudi dan Lia
  • Azami Syauqi sebagai Damar, anak Anita

Bahas Isu Fatherless, Ini Sinopsis Film 'Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, ya?'Bahas Isu Fatherless, Ini Sinopsis Film 'Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, ya?'/ Foto: Agustin Dwi Anandawati

Sinopsis

Kisah akan berfokus pada kakak-adik, Dira dan Darin, yang tumbuh dari keluarga sederhana. Mereka tinggal di rumah yang sekaligus dijadikan sebagai warung 'Soto Bu Lia', berlokasi di Yogyakarta.

Masa kecil Dira dan Darin dipenuhi dengan kasih sangat dari kedua orang tuanya. Masa kecil mereka hangat dan meninggalkan banyak kenangan indah yang masih diingat hingga dewasa.

Namun seiring bertambahnya usia, Dira dan Darin tertampar oleh realita kehidupan yang ternyata tak semanis memori indahnya di masa kecil. Keduanya belajar betapa kerasanya hidup, terlebih Dira dan Darin lahir dari keluarga yang menengah ke bawah.

Bayang-bayang manis masa kecil perlahan menghilang karena banyaknya luka yang diterima dari sang ayah, Yudi.Dira dan Darin menyimpan rasa kecewa yang amat besar pada sang ayah, sosok yang seharusnya menjadi panutan mereka saat tumbuh dewasa.

Yudi dikenal sebagai ayah yang pendiam dan tak pernah hadir di momen berharga Dira dan Darin. Ia memilih untuk mengalihkan pembicaraan daripada harus menjelaskan masalah yang sedang dihadapinya.

Perubahan hidup yang dirasakan adik dan kakak itu pun membuat keduanya harus bisa memilih dan berjuang sendiri jalan hidupnya. Terlebih Dira, sebagai kakak, memiliki impian besar untuk melanjutkan pendidikan S2 di luar negeri.

Di tengah perjuangan mereka menentukan pilihan hidup, Dira dan Darin dihadapkan dengan sebuah fakta memilukan tentang ayahnya. Mereka akhirnya paham mengapa sang ayah menjadi sosok yang diam dan terlihat tidak menyayangi keluarganya.

Dira dan Darin yang sempat membenci Yudi akhirnya luluh setelah mengetahui perjuangan tak mudah yang sudah dilalui ayahnya sejak kecil.

Review

Kisah fatherless yang disampaikan pada film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? terasa lekat dengan masyarakat Indonesia. Fatherless sendiri adalah kondisi psikologi dan sosial di mana seorang anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan aktif dari figur seorang ayah, baik fisik maupun emosional.

Fatherless terjadi bukan hanya kepada mereka yang yatim atau ditinggal meninggal dunia ayah. Kondisi ini juga terjadi kepada anak yang ayahnya masih hidup namun mereka tidak mengambil peran dalam pengasuhan.

Seseorang yang hidup dengan kondisi tersebut biasanya berdampak pada krisis emosional, rendahnya rasa percaya diri hingga menghadapi tantangan perkembangan mental. Kondisi itulah yang terjadi pada Yudi, karakter yang diperankan oleh Dwi Sasono.

Yudi tumbuh besar tanpa mengenal sosok ayah. Ketika ia menikah dengan Lia dan memiliki dua orang anak, Dira dan Darin, Yudi pun merasa kesulitan untuk bersikap. Sebisa mungkin Yudi memberikan kenangan yang indah pada kedua anaknya.

Namun semakin kedua anaknya dewasa, Yudi seperti semakin sulit untuk bertindak. Terlebih dengan kondisi finansial mereka yang pas-pasan, membuat Yudi harus bekerja keras demi mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ia rela mengutang ke sana-sini.

Di balik diamnya, Yudi ternyata menyimpan rasa sakit pada tubuhnya. Ia pun sempat kesulitan membeli obat yang seharusnya rutin diminum. Yudi malah menggunakan uang membeli obat untuk keperluan lainnya.

Kesulitan hidup yang dijalani Yudi pun berimbas pada kedua anaknya. Dira dan Darin yang semula hidup ceria mendadak dipenuhi dengan emosi mendalam. Hari-hari mereka berubah menjadi tangisan dan amarah besar pada ayahnya yang dinilai tidak peduli dengan keluarga. Yudi yang menjadi korban fatherless, membuat Dira dan Darin merasakan pahitnya kehidupan orang dewasa.

Alur film yang disampaikan dan akting dari para pemain yang menguras emosi tersampaikan dengan baik. Tiap air mata yang jatuh dan teriakan emosi dari Darin terasa sampai ke hati para penonton. Emosi semakin terkuras ketika Dira dan Darin harus menerima kenyataan sang ayah yang tiada di saat keduanya sudah menerima segala kekurangan Yudi.

Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? seperti mengungkapkan kejadian yang banyak terjadi di Indonesia. Diketahui Tanah Air memiliki angka krisis fatherless yang tinggi, di mana jutaan anak mengalami kurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Sehingga pesan yang di sampaikan pada film ini bisa langsung sampai ke para penonton.

Perjalanan panjang yang dilalui Yudi untuk menjadi seorang ayah yang baik bagi kedua anaknya pun patut dijadikan contoh. Terlebih ia tumbuh tanpa memiliki panutan atau figur ayah yang baik. Yudi mungkin tak terampil dan cekatan, namun ia adalah sosok ayah yang bertanggung jawab dan tidak ingin kedua anaknya tumbuh tanpa merasakan kehangatan dan kasih sayang dari ayahnya.

(agn/arm)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global