Jakarta -
Film biografi tentang Michael Jackson kembali jadi sorotan, bukan hanya karena kisah hidup King of Pop, tetapi juga keputusan besar di balik layar yang mengejutkan.
Produksi film berjudul Michael dilaporkan harus mengeluarkan biaya hingga US$15 juta (sekitar Rp200 miliar) hanya untuk pengambilan gambar ulang.
Langkah ini diambil setelah tim produksi menyadari adanya kendala hukum yang membuat mereka tidak bisa menampilkan bagian penting dari cerita.
Awalnya, film ini dirancang untuk menampilkan fase paling kontroversial dalam kehidupan Jackson, termasuk tuduhan pelecehan seksual yang sempat mencuat di masa lalu.
Namun, sebuah klausul hukum terkait kasus Jordan Chandler membuat karakter tersebut tidak boleh ditampilkan dalam film.
Akibatnya, sebagian besar babak akhir cerita harus dirombak total.
Dalam versi terbaru, Michael kini akan berakhir pada masa kejayaan Jackson, tepatnya saat kesuksesan album Bad-menggeser fokus dari kontroversi ke puncak kariernya.
Peran Jackson sendiri dimainkan oleh keponakannya, Jaafar Jackson, sementara aktor Colman Domingo memerankan sang ayah, Joe Jackson, yang dikenal memiliki hubungan kompleks dengan sang bintang.
Kontroversi ini makin memanas setelah putri Jackson, Paris Jackson, ikut angkat suara. Ia mengkritik proyek tersebut dan menegaskan dirinya tidak terlibat dalam proses produksi.
Film Michael dijadwalkan tayang pada 22 April di Inggris. Dengan perubahan besar ini, arah cerita pun dipastikan lebih menonjolkan perjalanan karier dan sisi gemilang sang legenda, dibanding sisi gelap yang selama ini menjadi perdebatan publik.
(ikh/ikh)
Loading ...

5 hours ago
1

















































