Jakarta -
Kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi ancaman bagi masyarakat terutama di dunia pekerjaan.
Ternyata bukan hanya membantu, kehadiran AI malah bisa menjadi ancaman serius lantaran posisi manusia bisa tergantikan. Perkembangannya yang begitu pesat membuat beberapa pekerjaan bisa digantikan oleh AI. Sehingga tenaga kerja manusia pun seperti terlupakan karena kecanggihan dari kecerdasan buatan tersebut.
Meski begitu AI tidak akan sepenuhnya mengganti peran manusia dalam bekerja. Ada beberapa kemampuan manusia yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh AI di dalam dunia pekerjaan.
Dalam laporan dari CNBC Make It, LinkedIn bersama para ahli seperti neuroscientist, psikolog organisasi, ekonom perilaku hingga pemimpin HR melakukan riset.
Mereka mengidentifikasikan lima kemampuan utama yang disebut sebagai 5C. Kemampuan ini dinilai menjadi modal utama yang penting di era kerja baru dan hanya bisa dilakukan oleh manusia. Berikut 5 skill manusia yang tidak akan pernah bisa digantikan AI.
Curiosity atau Rasa Ingin Tahu
AI mungkin tahu segala informasi, namun hanya manusia yang memiliki rasa dorongan untuk ingin mengetahui hal-hal baru. Rasa untuk ingin belajar hingga memahami perubahan hanya bisa dirasakan manusia.
Hal itu dapat meningkatkan kemampuan seseorang dan menjadi hal yang penting di dunia kerja. Perasaan kepo itu pula yang membuat manusia tidak akan bisa digantikan oleh teknologi secanggih apapun.
Courage atau Keberanian
Perasaan berani bertindak hanya bisa dirasakan oleh manusia. Keberanian juga menjadi modal penting di dalam pekerjaan. Seseorang yang berani memberikan ide baru atau mengambil langkah besar masih diperlukan di dunia kerja.
Creativity atau Kreativitas
Ide kreatif tidaklah murah dan mudah. Kreatifitas bisa tercipta dari pemikiran manusia. Pemikiran ini muncul ketika seseorang menemukan cara baru dalam menyelesaikan masalah, melihat pola yang tidak dilihat sebelumnya hingga menciptakan sesuatu yang baru.
Compassion atau Empati
Rasa empati tentu hanya dimiliki oleh manusia. Teknologi seperti AI tidak bisa benar-benar memiliki rasa empati. Perasaan itu pun menjadi hal yang penting dan menjadi cara untuk membangun hubungan di tempat kerja.
Communication atau Komunikasi
AI mungkin bisa menerjemahkan ke berbagai bahasa. Namun, hanya manusia yang dapat melakukan komunikasi dengan baik. Komunikasi juga menjadi modal penting dalam bekerja. Kemampuan ini dapat meningkatkan produktivitas, membangun kerja sama tim, meminimalisir kesalahpahaman hingga menyelesaikan konflik.
(agn/fik)
Loading ...

6 hours ago
6

















































