Jakarta -
Gaya hidup yang dilakukan anak muda ini ternyata bisa memicu penyakit ginjal.
Spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Pantai Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia, Dr Mah Doo Yee, mengungkapkan ada tren kekinian yang buruk dan biasa dilakukan oleh anak muda.
Namun, dari banyaknya gaya hidup kekinian yang dilakukan anak muda, diet tinggi protein menjadi yang paling disorot. Meski sehat, pola makan ini dapat membebani kerja ginjal.
"Seiring waktu, beban kerja tambahan ini dapat memberi tekanan pada ginjal, terutama jika diet dikonsumsi dalam jumlah yang sangat berat untuk jangka waktu yang lama," ucap Dr Mah dalam laporan dari New Straits Times.
Selain itu mengonsumsi suplemen olahraga secara berlebihan juga bisa memperparah kondisi ginjal. Suplemen yang mengandung stimulan seperti kafein atau kreatin yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan tekanan pada ginjal jika dikonsumsi secara berlebihan.
Tak hanya itu, anak muda yang rutin berolahraga, bekerja di lingkungan panas hingga mereka kurang cairan juga memiliki risiko penyakit ginjal. Dehidrasi berulang dapat menurunkan aliran darah ke ginjal dan memicu cedera.
Mengonsumsi produk herbal, minuman detoks sampai produk pelangsing tubuh juga harus diwaspadai. Pasalnya beberapa produk bisa memberikan efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini memicu dehidrasi dan mengganggu fungsi ginjal.
"Beberapa minuman detoks mungkin mengandung laksatif yang meningkatkan pergerakan usus dan menyebabkan kehilangan cairan," papar Dr Mah.
Berikut beberapa gejala dan tanda awal penyakit ginjal yang perlu diwaspadai:
- Urine berbusa
- Sering buang air kecil di malam hari (nokturia)
- Perubahan jumlah urine
- Tekanan darah tinggi
- Kelelahan
- Pembengkakan pada kaki atau wajah
- Sesak napas
- Nafsu makan menurun
- Penurunan berat badan
(agn/fik)
Loading ...

4 hours ago
5

















































