Jarang Disadari, Ini 7 Tanda Sikap Gaslighting yang Perlu Diwaspadai
Tindakan gaslighting tidak selalu muncul dalam konflik atau pertengkaran besar, tetapi juga bisa muncul secara halus dalam interaksi sehari-hari.
Hal ini membuat banyak orang tak sadar bahwa mereka sedang mengalami manipulasi secara emosional. Tindakan gaslighting pun terkadang dibungkus sebagai sebuah candaan, kritik biasa, bahkan perhatian.
Gaslighting sendiri merupakan bentuk pelecehan emosional yang bisa membuat seseorang meragukan tindakan hingga kewarasan mereka sendiri.
Korban kemudian bisa kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak berharga, bahkan tak bisa membedakan mana yang dirasakan diri sendiri. Oleh karena itu, berikut merupakan tujuh tanda gaslighting yang perlu dikenali karena jarang disadari.
1. Sering Memotong Pembicaraan
Jika lawan bicara senang memotong pembicaraan, perlu diwaspadai bahwa mereka telah melakukan tindakan gaslighting secara halus. Sekilas tampak sepele, aksi memotong pembicaraan bis menjadi bentuk pengabaian terhadap pendapat dalam interaksi.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Organization Behavior and Human Decision Processes menjelaskan bahwa perilaku gaslighting menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pemikiran dan pendapat pembicara.
Ketika hal ini terjadi secara berulang, seseorang bisa merasa tidak didengar dan kehilangan rasa percaya diri untuk berbicara dan melakukan interaksi sosial. Pada jangka panjang, kondisi ini juga bisa memnbuat seseorang lebih banyak memendam perasaan.
2. Mengabaikan atau Meremehkan
Gaslighting juga kerap muncul dalam bentuk pengabaian terhadap kebutuhan emosional seseorang. Ketika seseorang mengungkapkan perasaan, respons yang didapat justru terkesan meremehkan atau menganggap hal tersebut terlalu sensitif.
Hal ini bisa membuat seseorang meragukan diri sendiri dan perasaan mereka. Mereka kemudian terbiasa menekan kebutuhan pribadi dan memprioritaskan orang lain hingga membuat diri sendiri rugi.
3. Tidak Menepati Janji atau Komitmen
Pelaku gaslighting umumnya tidak pernah konsisten soal komitmen atau janji mereka. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka tidak menghargai waktu dan usaha seseorang dalam hubungan tersebut.
Jika terjadi dalam jangka panjang, seseorang bisa merasa tidak cukup penitng untuk dijadikan prioritas. Mereka kemungkinan besar akan mulai menyalahkan diri sendiri atas tindakan ingkar janji orang lain.
4. Melontarkan Komentar yang Merendahkan
Melontarkan komentar merendahkan baik secara langsung maupun terselubung juga menjadi salah satu tanda gaslighting yang perlu diwaspadai. Pernyataan gaslighting kemudian sering dibungkus sebagai candaan, padahal sebenarnya membuat orang lain merasa sakit hati.
Aksi ini bisa membuat seseorang mulai mempertanyakan kemampuan hingga nilai diri sendiri. Rasa percaya diri kemudian terus menurun ketika menerima penilaian negatif dalam jangka panjang.
5. Melanggar Batasan Pribadi
Gaslighting juga bisa dilihat dari kebiasaan untuk melanggar batasna pribadi, seperti membuka ponsel tanpa izin hingag mencampuri urusan privat orang lain.
Jika hal ini terus dibiarkan, seseorang bisa merasa kehilangan kendali atas diri sendiri. Batasan yang harusnya menjadi pelindung diri perlahan menjadi kabur hingga mereka kesulitan menentukan apa yang sebenarnya wajar dalam sebuah hubungan.
6. Memanipulasi dengan Rasa Bersalah
Pelaku gaslighting akan menggunakan rasa bersalah sebagai alat kontrol orang lain. Mereka akan membuat target merasa harus bertanggung jawab atas emosi atau situasi yang sebenarnya bukan kesalahan orang tersebut.
Hal ini akan membuat seseorang terus merasa bersalah dan memperbaiki sesuatu yang seharusnya tidak perlu dilakukan.
7. Mempermalukan di Depan Umum
Tindakan gaslighting juga terjadi saat seseorang mempermalukan orang lain di depan umum, meski aksi ini sering dianggap sebagai candaan. Perilaku ini bisa secara langsung merusak harga diri dan kepercayaan diri individu.
Pengalaman dipermakukan di depan umum juga bisa meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi seseorang. Mereka bisa saja menjadi lebih tertutup bahkan takut berinteraksi karena takut kembali dipermalukan.
Tindakan gaslighting kemudian bukan sekadar masalah biasa, tetapi sebuah pola perilaku yang perlu diwaspadai karena bisa merusak mental. Mengenali tanda-tanda gaslighting bisa menjadi langkah awal untuk melindungi kesehatan mental sendiri.
Loading ...

5 hours ago
11
















































