Jakarta -
Penuaan wajah merupakan suatu kondisi yang akan terjadi pada setiap manusia seiring dengan bertambahnya usia.
Proses penuaan ini terjadi karena kombinasi faktor alami dan lingkungan yang merusak kolagen sehingga menyebabkan kulit kehilangan elastisitas, kendur, dan berkerut.
Untuk faktor eksternal, percepatan penuaan wajah bisa disebabkan oleh paparan sinar UV matahari, hingga gaya hidup tidak sehat (merokok, alkohol, gula).
Sedangkan untuk faktor internal, penuaan terjadi karena stres, penurunan produksi kolagen, hingga penyusutan otot wajah.
Membahas secara spesifik perihal otot wajah, bagian ini adalah kumpulan otot yang unik yang melekat langsung pada kulit, bukan hanya pada tulang. Hal ini memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai gerakan halus yang krusial bagi kehidupan sosial dan biologis.
Ketika bertambah usia, otot wajah biasanya mengalami penyusutan atau artofi. Penyusutan ini memberikan dampak penurunan elastisitas kulit yang berakibat pada kulit kendur, alis turun, dan terbentuknya kerutan permanen.
Gerakan otot berulang yang kronis mengubah bentuk wajah, sementara penurunan lemak dan jaringan ikat mempertegas garis kerutan, menciptakan penampilan yang lebih lelah atau lebih tua.
"Penuaan itu aging proses tidak hanya terjadi pada permukaan kulit kuat, tapi layer di bawah kulit juga. Jadi, otot kulit itu bisa longsor karena penyusutan," kata Dokter Dewita Kamaruddin dalam Miracle Beauty Talk di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (22/4).
"Ketika kita mengalami penuaan, otot sudah mulai melemah jadi atrofi. Atrofi itu ototnya mengecil jadinya juga kulitnya juga kebawa turun ke bawah warna otot juga terlalu banyak kita berekspresi maka otot itu menarik kulit yang di atas sehingga terjadinya apa kerutan pada saat ekspresi," lanjutnya.
Meski penyusutan otot wajah akan terjadi, Dewita Kamaruddin menyebut hal ini bisa diatasi dengan melakukan beberapa perawatan wajah. Perawatan yang disarankan untuk masalah ini adalah collagen simulator dan deep lift.
"Jika otot yang atrofi ataupun mengecil kita bisa melakukan collagen simulator untuk menguatkan jaringan pembungkus otot, SMAS (Superficial Muscular Aponeurotic System). Kita bisa juga melakukan deep lift dengan device jadi bisa mengencangkan yang namanya ligamen untuk menarik ototnya," tutupnya.
(dia/fik)
Loading ...

4 hours ago
2
















































