Jakarta -
Kehidupan di dunia kerja yang serba cepat dan penuh tuntutan untuk hasil sempurna telah membuat banyak orang dewasa merasakan kelelahan mental. Oleh karena itu, muncul tren soft living yang dianggap sebagai solusi 'burnout' akibat tekanan pekerjaan.
Tren gaya hidup yang pada awalnya populer di kalangan gen Z ini pun mulai diadopsi pula oleh kalangan milenial. Soft living dianggap sebagai cara menghadapi tekanan kehidupan modern yang penuh tekanan dan tak terbatas pada pekerjaan.
Lantas apa itu soft living dan bagaimana cara menerapkan hal itu? Berikut merupakan ulasannya.
Apa Itu Soft Living?
Meski tren ini terdengar seperti gaya hidup yang mewah dan santai, soft living pada praktiknya lebih berkaitan dengan kondisi mental dan emosional. Inti dari gaya hidup ini adalah menjalani hidup dengan lebih ringan dan memprioritaskan ketenangan diri.
Meski demikian, soft living bukan berarti hidup tanpa masalah. Buzz Feed mengungkapkan bahwa konsep ini lebih menekankan pada kemampuan diri untuk tetap menjaga ketenangan, bahkan saat berada di titik hidup yang penuh tekanan.
Soft living kemudian berkaitan dengan pola pikir tidak sehat yang menyebut bahwa semakin banyak bekerja, maka semakin besar pula hasil yang didapat. Pola pikir ini menyebabkan banyak orang terus memaksakan diri.
Tren gaya hidup ini kemudian mendorong individu untuk lebih mendengarkan kebutuhan diri sendiri dan tak selalu mengikuti standar kesuksesan yang ditentukan oleh orang lain.
Gaya hidup ini menekankan kenyamanan, keseimbangan, serta kehidupan yang tak selalu dipenuhi tuntutan produktivitas di tengah biaya hidup dan kebutuhan konsumsi yang terus meningkat. Tren ini kemudian menjadi sebuah respons terhadap tekanan untuk terus bekerja keras tanpa henti.
Cara Menerapkan Soft Living
Soft living bisa mulai dilakukan dengan beberapa kebiasaan kecil sebagai berikut:
1. Membuat batasan energi dalam melakukan pekerjaan, misalnya belajar untuk mengatakan 'tidak' pada rencana hingga pekerjaan yang bisa melelahkan mental.
2. Temukan cara istirahat yang tepat, seperti menikmati waktu sendiri hingga olahraga ringan dan tidur yang cukup.
3. Menikmati berbagai kenyamanan kecil dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menggunakan baju favorit hingga mengonsumsi makanan kesukaan.
4. Lepaskan rasa bersalah saat beristirahat dan terapkan pola pikir bahwa istirahat bukan tanda kemalasan.
Itu lah penjelasan serta cara mudah memulai soft living. Perlu diingat bahwa batas kemampuan diri untuk menghadapi tekanan hidup berbeda pada setiap orang sehingga hal yang paling penting untuk dilakukan adalah memahami diri sendiri.
(asw)
Loading ...

5 hours ago
3

















































