Jakarta -
Model cilik asal Indonesia, Annisa Dalimunthe, kembali mencuri perhatian di kancah internasional. Di usianya yang baru 7 tahun, Annisa sukses tampil di ajang bergengsi Bangkok City International Fashion Week 2026, membawa nama Indonesia bersanding dengan model dari berbagai negara.
Meski sudah wara-wiri di panggung internasional, keseharian Annisa tetap seperti anak pada umumnya. Ia tetap fokus pada sekolah sebagai prioritas utama, sebelum menjalani aktivitas lain seperti modeling, menyanyi, dan menari.
"Aku tetap utamakan sekolah dulu, habis itu baru latihan," ujarnya.
Perjalanan Annisa di dunia modeling dimulai sejak ia mengikuti kelas modeling di Kuala Lumpur, Malaysia. Bakatnya terus diasah saat bergabung dengan Runway Production yang dipimpin oleh Benjamin Toong. Dukungan penuh dari kedua orang tuanya menjadi faktor penting yang membuat Annisa semakin percaya diri hingga berani tampil di panggung besar, termasuk Paris Fashion Week pada Oktober 2025.
Ketertarikan Annisa pada dunia modeling pun berawal dari hal sederhana. Ia mengaku senang mengenakan busana cantik, bertemu teman baru, dan tampil di atas panggung. Inspirasi terbesarnya juga datang dari orang tua yang selalu mendukung setiap langkahnya.
Ajang di Bangkok bukan pengalaman pertamanya. Annisa sudah dua kali tampil di sana, termasuk di Bangkok City International Fashion Week 2026 yang digelar pada 25 April 2026. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri, meski rasa gugup tetap ada setiap kali tampil di panggung internasional. Untuk itu, ia selalu melakukan persiapan matang, mulai dari latihan runway, ekspresi, hingga menjaga kondisi tubuh.
Di acara tersebut, Annisa mendapat kepercayaan besar dengan membuka runway untuk brand BENT. Ia tampil dengan gaya yang kuat dan dramatis, sesuai dengan karakter busana yang dikenakan. Selain itu, ia juga berjalan untuk Afriluxe, brand asal Australia dengan sentuhan budaya Afrika yang khas.
Menampilkan dua karakter berbeda tentu bukan hal mudah. Untuk BENT, Annisa menunjukkan sisi tegas dan penuh percaya diri, sementara untuk Afriluxe, ia mengeksplorasi gaya yang lebih beragam dan global. Bahkan, ia menjadi satu-satunya model Indonesia yang dipilih oleh desainer Australia keturunan Afrika, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan.
"Ini sangat berarti buat aku dan keluarga, karena kerja keras kami terbayar dan bisa membawa nama Indonesia," katanya.
Tak hanya di runway, Annisa juga menunjukkan bakat lainnya dengan tampil dalam group dance Waka Waka. Ia harus membagi fokus antara modeling dan menari dalam satu acara. Tantangan itu dihadapinya dengan latihan ekstra, termasuk mempelajari gerakan khas Afrika agar penampilannya maksimal.
Suasana backstage yang ramai justru menjadi pengalaman seru baginya. Ia bisa berkenalan dengan banyak model dari berbagai negara. Salah satu momen paling berkesan adalah saat ia menjadi pembuka untuk BENT, dengan namanya terpampang besar di layar panggung.
Penampilannya pun mendapat banyak pujian dan dukungan. Hal ini membuat Annisa semakin termotivasi untuk terus berkembang. Baginya, tampil di ajang ini bukan sekadar pengalaman, tetapi juga langkah besar menuju impian yang lebih tinggi.
Dari perjalanan ini, Annisa belajar banyak hal, mulai dari disiplin, percaya diri, hingga memahami keberagaman budaya. Ia pun bertekad untuk terus melangkah dan tampil di lebih banyak panggung fashion dunia.
Tak berhenti di dunia modeling, Annisa juga mulai merambah ke dunia musik. Ia berencana merilis lagu bertema nasionalis berjudul Merah Putih Gemilang karya Catur, berkolaborasi dengan drummer Ikmal Tobing.
Meski memiliki jadwal yang padat, Annisa tetap ingin menjaga prestasi akademiknya. Ia berharap bisa menyeimbangkan pendidikan dan karier dengan baik.
Di akhir, Annisa menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna untuk anak-anak Indonesia.
"Jangan takut mencoba, tetap percaya diri, rajin belajar, dan selalu dengarkan kata orang tua," tutupnya.
(yoa/yoa)
Loading ...

3 hours ago
3

















































