Naskah Asli Pretty Woman Ternyata Lebih Gelap, Berubah Tiga Hari Sebelum Produksi

7 hours ago 4

Jakarta -

Pretty Woman jadi salah satu film komedi-romantis klasik yang hingga saat ini menginspirasi berbagai karya dengan jalan cerita sejenis. Kisah cinta antara pria kaya dan gadis miskin yang ia bantu pun menjadi salah satu formula kisah romantis yang digemari.

Film yang dibintangi Julia Roberts dan Richard Gere ini berhasil meraih pendapatan secara global sebesar USD463,4 jut atau setara dengan Rp72 triliun. Padahal biaya produksi film ini hanya sekitar USD14 juta atau senilai Rp218 miliar.

Belakangan terungkap bahwa film yang mengusung genre komedi dan romantis ini pada awalnya memiliki naskah dengan kisah yang jauh lebih gelap, bahkan bisa mengganggu penonton.

Karakter Vivian Ward (Julia Roberts) pada naskah asli digambarkan sebagai seorang pecandu narkoba sebelum menjadi seorang prostitusi berhati emas.


Fakta ini diungkapkan oleh Patricia Arquette dan Julia Roberts dalam acara Variety, Actors on Actors. Mereka turut mengungkapkan bahwa Arquette menjadi aktris yang lebih dulu menjalani audisi untuk peran Vivian.

Kala itu, Arquette melakoni dialog yang sangat berbeda dibandingkan dengan versi film. Dialog yang dilakoni Arquette juga terkesan lebih gritty.

Naskah yang dilakoni Arquette dalam audisi kemudian mengalami revisi sebelum akhirnya peran Vivian jatuh ke tangan Julia Roberts. Aktris itu kemudian mengingat bahwa isi naskah tersebut sudah di luar batas zona nyamannya.

Ia bahkan mengingat sebuah akhir alternatif dari Pretty Woman yang menampilkan Edward (Richard Gere) menyuruh Vivian untuk keluar dari mobilnya dan melemparkan sejumlah uang sebelum meninggalkannya.

Soal adegan tersebut, Julia Roberts mengaku dirinya tak nyaman. Namun yang mengejutkan, tim produksi Pretty Woman kemudian melakukan revisi naskah hanya tiga hari sebelum proses produksi berjalan.

"Itu benar-benar di luar nalar saya," ungkap Julia Roberts, dikutip Selasa (3/3).

Namun perubahan mendadak ini justru membawa Pretty Woman pada kesuksesan besar, bahkan menjadikan film itu sebagai salah satu karya komedi-romantis terlaris sepanjang masa.

Perubahan naskah ini juga sedikit banyak membawakan perubahan untuk karakter Vivian yang digambarkan sebagai perempuan kuat dalam genre romantis. Pretty Woman kemudian tak hanya menggambarkan kerapuhan seseorang, tetapi juga cara mereka untuk bisa bangkit.

(asw)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global