Respons Pedas Na Daehoon Usai Disamakan dengan Jule gegara Pacaran

5 hours ago 4

Jakarta -

Na Daehoon akhirnya angkat bicara menanggapi komentar-komentar warganet yang terus membandingkan dirinya dengan sang mantan istri, Julia Prastini alias Jule.

Lewat broadcast channel di Instagram, Daehoon menyoroti tudingan yang menyebut dirinya '11-12' dengan mantan pasangannya. Ia dengan tegas membantah anggapan tersebut. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara dirinya dan apa yang dituduhkan publik.

"Masih ada saja buzzer yang bilang: 11-12 bapaknya juga pacaran. Sama saja dua-duanya," tulis Daehoon.

Merasa beda dengan Jule, Daehoon menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah berselingkuh, tidak menjalani hubungan yang melewati batas, apalagi melakukan hal-hal yang tidak pantas di depan anak-anak.


Daehoon juga menekankan bahwa ia tidak pernah meninggalkan tanggung jawabnya sebagai orang tua hanya demi urusan asmara.

"Aku tidak selingkuh. Aku tidak living together. Aku tidak pernah melakukan hal-hal yang berlebihan di depan anak-anak. Aku tidak pernah meninggalkan tanggung jawabku sebagai seorang ayah sekaligus ibu, hanya demi pacaran," bebernya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk klarifikasi atas berbagai spekulasi yang beredar di media sosial. Daehoon tampak ingin meluruskan bahwa keputusan dan sikap hidupnya tetap berlandaskan tanggung jawab sebagai orang tua.

Namun di balik nada tegasnya, terselip alasan yang lebih personal dan emosional. Daehoon mengaku selama ini memilih untuk menahan diri dan tidak membuka hal-hal sensitif terkait mantan istrinya. Bukan tanpa alasan, ia khawatir dampaknya akan dirasakan langsung oleh anak-anak mereka di masa depan.

"Dan aku bukan orang yang lemah atau lembek. Aku hanya sangat takut, suatu hari nanti anak-anak akan sakit hati kalau aku membuka aib ibu kandung mereka," ujarnya.

Di akhir pesannya, Daehoon menyampaikan pernyataan yang cukup tajam. Ia menegaskan bahwa status sebagai ibu biologis tidak serta-merta membuat seseorang layak disebut sebagai seorang ibu dalam arti yang sesungguhnya.

"Dan sebagai seseorang yang pernah mengalami hal yang sama, aku sendiri cukup tahu: Being a biological mother doesn't mean she deserve to be called a mother," tutupnya.

(KHS/agn)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global