Jakarta -
Angka standar kekayaan global terus bergeser tiap tahunnya.
Pada 202 ini, status orang kaya atau kelas atas (upper class) tidak lagi diukur dari besaran gaji yang didapat. Melainkan dari kondisi keuangan yang stabil saat ia menghadapi risiko dan ketidapkastian ekonomi.
Kevin Marshall, CPA dan pakar keuangan pribadi di Amortization Calculator mengungkapkan batas kekayaan bersih atau net worth untuk bisa masuk ke dalam kategori orang kata atau kela atas di Amerika Serikat pada 2026 yaitu ada di sekitar Rp33,8 miliar hingga Rp84,5 miliar.
"Perbedaan antara kelas menengah dan kelas atas bukan hanya soal nominal kekayaan, tetapi juga tentang perilaku finansial," ujar Marshall dilihat dari Go Banking Rates dalam laporan dari CNBC Indonesia.
Marshall menambahkan pembeda orang yang masuk ke dalam kelas atas berada pada konsistensi dalam menjaga dan mengembangkan kekayaannya. Mereka harus bisa memiliki strategi investasi jangka panjang.
Orang yang masuk di kelas atas juga bukan hanya memiliki dana darurat tapi juga dana peluang artinya mereka harus memiliki likuiditas dan fleksibilitas yang cukup untuk bisa memanfaatkan kesempatan berinvestasi.
Sementara CEO REAP Financial, Chris Heerlein, menilai tanda seseorang yang masuk ke dalam kelas atas yaitu terlihat ketika keuangannya tidak lagi digerakkan oleh rasa cemas. Mereka memiliki gambaran yang jelas tentang gambaran pendapatan dalam 10 tahun ke depan, paham dengan biaya tetap tanpa berspekulasi hingga mampu menghadapi kondisi darurat tanpa harus mengubah gaya hidup.
"Status kelas atas berarti Anda mampu menghadapi gejolak ekonomi tanpa perlu menurunkan standar hidup atau menggadaikan masa depan," tuturnya.
(agn/naa)
Loading ...

4 hours ago
2

















































