Trik Angie Ang Biar Bisa Tetap Belanja Pakaian Tanpa Bikin Lemari Penuh

8 hours ago 10

Jakarta -

Bagi sebagian orang, menahan godaan belanja pakaian mungkin bukan perkara mudah. Hal itu juga dirasakan oleh Angie Ang yang secara terbuka mengaku memiliki hobi berburu baju-baju unik.

Kecintaannya terhadap dunia fashion bahkan sempat membuat rumahnya dipenuhi kiriman paket dalam jumlah yang tak sedikit.

Namun di balik kebiasaan belanja tersebut, Angie ternyata memiliki cara tersendiri agar koleksi pakaiannya tidak menumpuk hingga memenuhi lemari.

Presenter tersebut mengaku tidak terlalu terpaku pada tren atau aturan berpakaian tertentu. Saat memilih pakaian, ia lebih mengutamakan selera pribadi dan keunikan sebuah item.


"Aku tuh kurang paham sama outfit, aku berpakaian atas apa yang aku suka sih. Aku suka hunting di market place yang unik, lucu," ujarnya, Jumat (5/6).

Kebiasaan berburu pakaian itu membuat frekuensi belanjanya terbilang cukup tinggi. Dalam sebulan, Angie bisa beberapa kali membeli pakaian baru untuk menambah koleksinya.

"Aku gak ada nominal pasti. Dulu tuh aku pernah dalam satu hari 30 paket datang, impulsif, jangan ditiru," tuturnya.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa Angie pernah berada dalam fase belanja impulsif yang cukup ekstrem. Bayangkan saja, puluhan paket tiba dalam satu hari hanya karena keinginannya berbelanja.

Meski demikian, seiring waktu Angie mulai menemukan cara untuk menyalurkan hobinya tanpa membuat rumah dan lemarinya penuh sesak oleh pakaian yang jarang dipakai.

Alih-alih terus menumpuk barang, ia memilih menjual kembali pakaian yang masih layak digunakan melalui sistem preloved. Sebagian koleksi lainnya juga diberikan kepada keluarga yang membutuhkan.

"Kalau kita beli-beli terus lemarinya gak akan cukup. Aku preloved karena aku jual barang-barang yang masih layak. Kadang suka bagi-bagi ke saudara kirim ke Medan," katanya.

Langkah tersebut bukan hanya membuat ruang penyimpanan lebih lega, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain yang masih bisa menggunakan pakaian tersebut.

Menariknya, keputusan Angie menjual pakaian bekas pakainya bukan semata-mata karena ingin mengosongkan lemari. Ia mengaku memiliki alasan yang lebih besar di balik kebiasaan tersebut.

"Aku preloved untuk menghindari limbah-limbah pakaian," ujarnya.

Kesadaran mengenai dampak limbah fashion memang semakin banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir.

Industri pakaian menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia, sehingga tren menjual atau mendonasikan pakaian bekas layak pakai mulai banyak dilakukan untuk memperpanjang masa penggunaan sebuah produk.

Bagi Angie, cara tersebut menjadi solusi yang membuatnya tetap bisa menikmati hobinya berburu pakaian unik tanpa harus merasa bersalah karena membiarkan tumpukan baju memenuhi lemari.

Selain tetap bisa berbelanja, ia juga dapat memberikan kesempatan kedua bagi pakaian-pakaian yang masih layak digunakan oleh orang lain.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global