Jakarta -
Dunia K-Pop bukan lagi sekadar soal visual kece dan koreografi tajam. Kali ini, inovasi teknologi jadi senjata utama.
Boyband XODIAC berhasil bikin gebrakan lewat video musik berbasis kecerdasan buatan yang justru dilirik festival film internasional.
MV AI mereka yang berjudul Alibi: MOONLIGHT BLOOD ALLIANCE resmi masuk sebagai official selection di ajang AI Film Awards Cannes edition.
Ajang ini digelar di kota Cannes, meski tidak berafiliasi langsung dengan Cannes Film Festival yang terkenal dengan penghargaan Palme d'Or.
Grup beranggotakan sembilan orang di bawah naungan JASCO Entertainment ini memang merilis dua versi MV untuk lagu Alibi.
Versi pertama tampil konvensional dengan set nyata dan koreografi. Tapi versi keduanya justru jadi sorotan-karena sepenuhnya dibuat menggunakan AI generatif.
Dalam video tersebut, para member XODIAC dibawa ke dunia fantasi ala kerajaan Abad Pertengahan.
Visualnya terasa sinematik dengan adegan kejar-kejaran menunggang kuda, pertarungan melawan naga, hingga eksplorasi dunia pasca-kiamat yang penuh efek ledakan.
Bahkan, ada momen di mana para member digambarkan memiliki kekuatan magis hingga bisa terbang dengan sayap.
Manajemen XODIAC menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar gimmick teknologi, melainkan bagian dari visi besar mereka.
"Ini jadi langkah besar XODIAC dalam memposisikan grup mereka di garis depan inovasi K-Pop generasi berikutnya," ungkap pihak agensi dalam pernyataan resmi.
XODIAC/ Foto: XODIAC doc.
Sebelum menembus Cannes, MV ini juga sudah lebih dulu berkeliling berbagai festival AI global seperti Hollywood AI Short Film Awards, The Chicago AI Film Festival, hingga Las Vegas AI Film Awards.
Prestasinya gak berhenti di situ. Video ini bahkan menyabet penghargaan Best AI MV di Bali International AI Film Festival serta AI International Film Festival.
Sementara di Seoul International AI Film Awards 2025, mereka membawa pulang dua kategori sekaligus yakni Screenwriter Awards dan Interview Awards.
Langkah XODIAC ini memperlihatkan bagaimana industri K-Pop mulai bergerak ke arah yang lebih futuristik, menggabungkan produksi nyata dengan dunia virtual yang imajinatif.
Bukan cuma soal musik, tapi juga storytelling dan pengalaman visual yang makin kompleks.
Kalau tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin ke depan MV K-Pop bakal terasa seperti film blockbuster, dan XODIAC sudah selangkah lebih dulu masuk ke jalur itu.
(ikh/yoa)
Loading ...

23 hours ago
7

















































