Wamen Stella Pernah Jadi Teman Natalie Portman Semasa Kuliah di Harvard

7 hours ago 5

Jakarta -

Siapa sangka, di balik perjalanan akademik di kampus elite dunia, tersimpan kisah sederhana yang berkesan. Itulah yang dialami Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, saat menempuh pendidikan di Harvard University.

Bukan soal nilai atau prestasi akademik semata, justru momen yang paling membekas datang dari kegiatan di luar kelas-yang mempertemukannya dengan sosok yang kini dikenal sebagai aktris Hollywood ternama, Natalie Portman.

Stella mengenang pengalaman tersebut terjadi sekitar tahun 2000-2001, ketika ia masih menjalani masa kuliah S-1. Saat itu, ia mengikuti sebuah program bernama City Step, kegiatan berbasis komunitas yang cukup populer di Harvard.

Program ini bukan sembarang kegiatan kampus. Mahasiswa yang terlibat harus melalui proses seleksi dan audisi, sebelum akhirnya dipercaya untuk turun langsung ke masyarakat.


"Ini adalah program di mana mahasiswa Harvard yang terpilih, karena melalui audisi, kami membuat program untuk siswa sekolah dasar," cerita Stella.

Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mengajar. Mereka bertugas membuat koreografi tari dan mengajarkannya kepada siswa sekolah dasar, yang kemudian akan tampil di atas panggung setelah satu tahun pelatihan.

Hal yang membuat pengalaman ini semakin spesial, Stella tidak menjalani program tersebut sendirian. Salah satu rekan dalam tim pengajar dan koreografer adalah Natalie Portman yang saat itu juga masih berstatus mahasiswa psikologi di Harvard.

"Salah satu dari sedikit guru tari ini dan koreografer tari ini adalah Natalie Portman," ungkap Stella.

Pertemuan mereka bukan sekadar formalitas. Stella mengaku rutin bertemu dengan Portman setiap minggu untuk merancang koreografi bagi anak-anak.

"Jadi seminggu sekali saya bersama dengannya untuk membuat koreografi tari untuk siswa sekolah dasar. Jadi itu salah satu dari sekian banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di Harvard," kenangnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa pendidikan di Harvard University tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam masyarakat.

Kuasa Usaha Ad Interim di Misi AS untuk Indonesia, Peter Haymond, menyebut pendekatan ini memang menjadi bagian penting dari sistem pendidikan di Amerika Serikat.

"Di universitas, mereka mendorong mahasiswa untuk terjun ke masyarakat dan bekerja dengan siswa SMA, SMP, SD untuk memberi mereka ambisi, memberi mereka pandangan tentang masa depan yang dapat mereka raih," jelasnya.

Stella pun menegaskan bahwa banyak siswa yang mereka ajar berasal dari latar belakang kurang mampu, yang awalnya bahkan tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Harvard.

Namun, melalui program seperti City Step, mereka diberi ruang untuk bermimpi-bahkan tampil langsung di kampus tersebut.

"Namun kemudian kami mengajari mereka menari, membuat koreografi tari, dan mereka tampil di Harvard. Dan ini memang bagian yang sangat penting dari pendidikan Amerika, yaitu inklusivitas," tandas Stella.

Di tengah berbagai pencapaian akademik, justru momen kebersamaan, kolaborasi, dan kontribusi sosial seperti inilah yang meninggalkan kesan paling dalam.

Bagi Stella, pengalaman mengajar menari bersama Natalie Portman bukan sekadar cerita unik, melainkan juga bukti bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu menyentuh kehidupan orang lain.

(ikh/and)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global