Jakarta -
Momen bahagia pernikahan Dua Lipa dan Callum Turner justru memicu kontroversi di Italia.
Perayaan cinta pasangan selebritas tersebut menuai kemarahan warga lokal setelah sejumlah area publik di Sicilia ditutup selama beberapa hari demi kelancaran acara mereka.
Setelah resmi menikah dalam upacara sipil sederhana di London, Dua Lipa dan Callum Turner dikabarkan menggelar rangkaian resepsi mewah selama tiga hari di wilayah Sicilia, Italia.
Acara eksklusif itu berlangsung dengan pengamanan ketat dan berbagai pembatasan yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat setempat.
Sejumlah lokasi ikonik di kota Palermo, termasuk Piazza Sant'Anna dan Piazza Croce dei Vespri, dilaporkan ditutup untuk umum selama akhir pekan.
Aparat keamanan juga berjaga di sekitar Palazzo Valguarnera-Gangi yang disebut menjadi lokasi resepsi koktail pasangan tersebut.
Tak hanya penutupan area publik, sejumlah jalan juga diblokir sementara.
Zona larangan terbang drone diberlakukan, bahkan beberapa warga disebut diminta menandatangani perjanjian kerahasiaan terkait penyelenggaraan acara.
Situasi itu memicu gelombang protes dari sebagian warga Palermo.
Dalam beberapa hari terakhir, puluhan poster berbahasa Italia dan Inggris muncul di sekitar kota sebagai bentuk penolakan terhadap dampak pernikahan mewah tersebut.
"Palermo bukan untuk disewa. Alun-alun kami bukan ruang tamu kalian. Palermo bukan untuk orang kaya," bunyi sejumlah spanduk protes warga.
Kalimat-kalimat tersebut terlihat terpampang di berbagai sudut kota sebelum akhirnya dibersihkan oleh pihak penyelenggara acara.
Namun aksi protes tidak berhenti di situ. Setelah sejumlah poster dicopot, para demonstran kembali menyuarakan keberatan mereka dengan menuliskan pesan serupa dalam bentuk grafiti di beberapa dinding kawasan kota.
Salah seorang warga bernama Clarissa mengaku aktivitas sehari-harinya terganggu akibat pembatasan yang diterapkan selama perayaan berlangsung.
"Misalnya, selama tiga hari kami terpaksa parkir bermil-mil jauhnya dan berjalan kaki ke tempat kerja. Tidak baik untuk memblokir kota, aku bisa mengerti jika itu untuk Paus, tetapi bukan untuk seorang penyanyi," ujarnya.
Keluhan warga terutama muncul karena penutupan akses jalan dan area publik dianggap lebih mengutamakan kepentingan tamu-tamu elite dibanding kebutuhan masyarakat setempat.
Meski demikian, pernikahan Dua Lipa dan Callum Turner tetap menjadi salah satu pesta selebritas paling mewah tahun ini.
Rangkaian acara selama tiga hari tersebut disebut menelan biaya sekitar US$1,73 juta atau setara lebih dari Rp31 miliar.
Sebelum menggelar resepsi di Italia, pasangan itu diketahui telah lebih dulu mengesahkan pernikahan mereka dalam upacara intim yang berlangsung di Balai Kota Old Marylebone, London, dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat terdekat.
Kontroversi yang muncul menunjukkan bagaimana sebuah acara pribadi berskala besar dapat memunculkan perdebatan ketika dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, terutama saat ruang publik harus dikorbankan demi kepentingan segelintir orang.
(ikh/ikh)
Loading ...

5 hours ago
7

















































