Jakarta -
Asam urat (gout) merupakan kondisi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat karena tingginya kadar asam urat di dalam darah. Kondisi ini menimbulkan peradangan hebat yang disertai dengan sensasi panas di area persendian.
Radang sendi ini dapat menyerang bagian tubuh mana pun. Namun, area yang paling rentan terkena asam urat adalah jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan jari tangan.
Asam urat umumnya menyerang usia dewasa di rentang umur 30 hingga 50 tahun. Namun, pada kasus tertentu, penyakit ini juga dapat mengintai generasi muda akibat gaya hidup yang kurang sehat. Beberapa kebiasaan yang tampak sepele justru dapat menjadi pemicu asam urat di usia muda.
Maka dari itu, generasi muda diharapkan untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan berikut agar tidak terkena asam urat lebih dini. Berikut kebiasaan sederhana yang dapat memicu asam urat di usia muda:
1. Sering Konsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol kini sering dianggap sebagai cara instan untuk bersenang-senang dan melepas stres di kalangan anak muda. Padahal, konsumsi alkohol dapat memicu lonjakan kadar asam urat secara drastis.
Kandungan alkohol menghambat ginjal dalam menyaring dan membuang zat sisa, termasuk asam urat. Kondisi ini dapat berujung pada penumpukan asam urat di area persendian.
Maka dari itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol sebaiknya dikurangi untuk mencegah penyakit asam urat di usia muda. Akan lebih baik lagi jika tidak mengonsumsi alkohol sama sekali dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih positif.
2. Kurang Minum Air Putih
Selain dapat menyebabkan dehidrasi, jarang minum air putih juga dapat memicu terjadinya asam urat. Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu proses pembuangan sisa asam urat dari dalam tubuh.
Kekurangan cairan dapat menghambat kinerja ginjal sehingga terjadi penumpukan kadar asam urat di dalam darah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asam urat.
Supaya tetap terhidrasi, seseorang sebaiknya minum setidaknya 1,4 sampai 1,9 liter air setiap hari. Jumlah airnya bisa ditambah jika sedang melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi, seperti saat sedang olahraga yang mengeluarkan banyak keringat.
3. Konsumsi Soda Berlebihan
Selain alkohol, mengonsumsi soda secara berlebihan juga dapat memicu terjadinya asam urat. Hal ini dikarenakan soda mengandung fruktosa dalam jumlah tinggi yang dapat merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak asam urat.
Semakin banyak mengonsumsi soda dapat meningkatkan risiko serangan asam urat pada usia muda. Maka dari itu, minum soda dapat dibatasi agar terhindar dari risiko asam urat.
4. Sering Makan Daging
Daging memang selalu menggoda untuk disantap setiap saat. Namun, kandungan purin di dalamnya perlu diwaspadai. Daging umumnya tinggi akan purin, senyawa yang dapat berubah menjadi senyawa asam urat di dalam tubuh.
Konsumsi daging berlebih secara berkala dapat meningkatkan risiko terjadinya penumpukan asam urat di persendian. Selain daging, makanan lain yang diketahui mengandung kadar purin yang tinggi, antara lain jeroan, daging merah, dan makanan laut (seafood).
Untuk mencegah risiko terkena asam urat, sebaiknya batasi asupan makanan yang tinggi purin. Sebagai gantinya, kamu bisa beralih ke sumber protein yang lebih aman, seperti kacang-kacangan dan telur.
5. Jarang Olahraga
Jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko obesitas yang menjadi pemicu utama asam urat. Berat badan berlebih dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus mengganggu sistem metabolisme tubuh dalam mengeluarkan asam urat. Akibatnya, terjadi penumpukan zat sisa yang berisiko tinggi mengkristal di area persendian.
Agar berat badan tetap ideal, kamu bisa mulai perbanyak aktivitas fisik yang diimbangi dengan pola makan sehat. Dengan begitu, metabolisme tubuh tetap lancar sehingga mengurangi risiko terkena asam urat.
(yoa/yoa)
Loading ...

9 hours ago
7

















































