Waspada Gejala Stroke di Usia Muda

7 hours ago 1

Jakarta -

Stroke telah menjadi ancaman masyarakat yang sangat ditakuti oleh semua kalangan. Pasalnya, penyakit yang rentan terjadi pada usia lanjut ini sekarang sudah mulai mengintai generasi muda.

Penyakit stroke adalah kondisi ketika terjadi kematian sel-sel otak. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan yang mengganggu proses penyaluran darah ke otak hingga pecahnya pembuluh darah.

Alhasil, beberapa area tertentu pada otak tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup dan membuat sel-sel otak mati dalam hitungan menit. Dampaknya, beberapa bagian tertentu yang dikendalikan oleh otak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Jenis-jenis Stroke

Jika dilihat dari penyebabnya, stroke dibedakan menjadi tiga jenis. Berikut ini penjelasannya.


1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi. Stroke jenis ini disebabkan oleh penyumbatan saluran pembuluh darah yang menjadi tempat pemasok oksigen menuju otak. Kondisi ini disebabkan oleh pembekuan darah atau penggumpalan darah di dalam saluran tersebut.

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik adalah kondisi yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan. Stroke jenis ini umumnya dipicu oleh tekanan darah tinggi, aneurisma, atau kelainan yang terjadi di dalam pembuluh darah otak.

3. Transient Ischemic Attack (TIA)

Sementara itu, Transient Ischemic Attack (TIA) adalah jenis stroke ringan yang disebabkan oleh gangguan sementara pada aliran darah ke otak. Umumnya, gejalanya hanya berlangsung singkat dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 24 jam. Meski sifatnya sementara, TIA dapat menjadi peringatan serius terhadap risiko stroke di kemudian hari.

Apa Saja Gejala Stroke?

Supaya kamu lebih waspada, yuk kenali tanda-tanda gejala stroke berikut ini!

1. Kelumpuhan pada Salah Satu Sisi Wajah

Gejala umum dari stroke adalah terjadi kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Untuk mendeteksinya, kamu bisa mengetes seseorang untuk tersenyum lebar. Penderita stroke biasanya tidak akan bisa tersenyum dengan sempurna karena sebagian otot wajahnya sulit digerakkan.

2. Tidak Mampu Mengangkat Satu Tangan

Ketidakmampuan mengangkat satu tangan merupakan gejala klasik dari penderita stroke. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke otak sehingga otak tidak mampu menggerakkan area tubuh tertentu. Akibatnya, otot akan terasa kaku, tidak bisa digerakkan, dan mati rasa.

3. Susah Bicara

Menurunnya kemampuan motorik pada otot wajah juga berpengaruh pada pergerakan lidah pasien stroke. Kondisi ini secara langsung mengganggu fungsi bicara. Gejala ini biasanya ditandai dengan suara yang mendadak terdengar cadel atau tidak jelas saat mengucapkan kata-kata sederhana.

Akibatnya, setiap perkataan yang keluar menjadi sulit dimengerti, seolah-olah lidah mereka terasa kaku atau berat untuk digerakkan.

4. Sulit Menelan (Disfagia)

Gejala stroke juga ditandai dengan adanya kesulitan ketika menelan makanan. Kondisi ini terjadi karena kerusakan area otak yang mengganggu koordinasi otak dengan otot-otot menelan. Akibatnya, otot mulut dan tenggorokan melemah dan menghilangkan refleks menelan. Jika tetap dipaksakan untuk menelan, kondisi ini justru berisiko membuat makanan masuk ke saluran pernapasan.

Disfagia sendiri dialami oleh sekitar 65% pasien stroke. Meski pada beberapa orang kondisi ini dapat membaik seiring berjalannya waktu, terdapat sebagian kecil kasus yang sifatnya menjadi permanen. Untuk mengatasinya, pasien dapat menjalani terapi menelan yang dipandu oleh tenaga ahli seperti terapis wicara atau fisioterapis.

5. Sakit Kepala Hebat

Sakit kepala hebat juga yang datang secara tiba-tiba bisa menjadi pertanda dari gejala stroke. Dalam kondisi ini, pasien biasanya akan merasakan pusing dengan sensasi seperti berputar atau vertigo. Pada penderita stroke, kondisi ini juga bisa disertai dengan rasa kaku pada bagian otot leher atau tengkuk.

6. Mengalami Penurunan Kesadaran

Jika gejalanya sudah cukup parah, pasien dapat mengalami penurunan kesadaran bahkan jatuh pingsan secara mendadak. Kondisi darurat ini biasanya dipicu oleh perdarahan di otak yang mengakibatkan kerusakan saraf secara luas. Oleh karena itu, jangan menunda untuk segera membawa pasien ke IGD terdekat demi mendapatkan penanganan medis darurat yang cepat dan tepat.

(Astrid Riyani/kpr)

Loading ...

Read Entire Article
Industri | Energi | Artis | Global